KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AL QUR’AN

Adanya seorang bayi berusia sembilan bulan di Propinsi Dagestan (dekat wilayah konflik perang Chechnya) yang di permukaan kulit lengannya ada tulisan berbahasa Arab yang berarti ”tunjukkan tanda-tanda ini kepada orang-orang” menimbulkan beragam reaksi. Apalagi ketika yang beredar luas hanya pemberitaannya, tanpa bisa dilakukan justifikasi pembenarannya dan tidak jelas siapa pembawa beritanya, maka muncul beragam reaksi. Sebagian kalangan masyarakat menganggapnya sebagai mukjizat. Bahkan ada yang menyatakan bahwa bayi tersebut merupakan ’tanda’ dari Allah, dan Allah mengirimnya ke Dagestan untuk menghentikan pemberontakan dan ketegangan di wilayah tersebut. Sedangkan komunitas ulama di sana melihat hal itu sebagai suatu keajaiban dan merupakan pesan damai dari Allah. Ada juga yang menduga bahwa itu hanya tipuan dari suatu pihak untuk mencari sensasi, popularitas, atau entah tujuan apa.

Terlepas dari kontroversi pada kejadian tersebut, kejadian dan pemberitaan tersebut mengingatkan kita terhadap kejadian-kejadian sebelumnya yang juga sempat menarik perhatian dan memunculkan beragam reaksi karena ada yang menganggap sebagai mukjizat hingga menganggap sebagai mencari sensasi dan penipuan. Sebagai contoh: tumbuhnya sekumpulan pohon di Jerman Barat yang membentuk tulisan berbahasa Arab ”Laa Ilaha Ilallah Muhamadur Rasulullah”. Konon banyak warga Jerman yang kemudian memeluk Islam setelah menyaksikan hal tersebut sehingga pemerintah Jerman membuat pagar baja di sekeliling pekarangan untuk mencegah orang yang datang dan menyaksikan keajaiban alam tersebut. Begitu pula tumbuhnya sebuah pohon di kawasan hutan yang berdekatan dengan Sydney yang membentuk seperti orang yang sedang menundukkan kepala selayaknya orang sedang melakukan gerakan rukuk dalam sholat dan pohon tersebut juga menghadap ke arah Kiblat. Ditemukan pula sebuah tulisan berbahasa Arab ”Allah” pada kulit luar telur ayam, sarang lebah, dan bagian dalam sebuah tomat. Adapun di Indonesia, konon kabarnya bagian atas gelombang Tsunami Aceh bertuliskan kata Allah dalam bahasa Arab demikian juga konon kabarnya sebelum gempa di suatu daerah beberapa arak-arakan awan di langit seperti membentuk lafadz Allah dalam bahasa Arab.

Sesungguhnya, untuk sampai pada keyakinan pada adanya Allah SWT manusia tidak terlalu membutuhkan menyaksikan berbagai hal di luar kebiasaan. Cukup dengan menyaksikan alam semesta, manusia, dan kehidupan yang berada di sekelilingnya dan dengan tujuan untuk meyakini Allah SWT, manusia akan sampai pada haqqul yakin akan adanya Allah SWT, Sang Maha Pencipta. Di dalam Al Qur’an juga tidak ada perintah memperhatikan hal-hal yang aneh dari alam semesta, manusia, dan kehidupan untuk sampai pada kesimpulan keyakinan adanya Allah SWT. Yang ada adalah Al Qur’an memerintahkan memperhatikan alam semesta, manusia, dan kehidupan untuk sampai pada kesimpulan keyakinan adanya Allah SWT.

Dengan demikian manusia tidak terlalu membutuhkan berbagai kejadian di luar kebiasaan, sebab dengan menyaksikan hal yang sudah ada di sekelilingnya pun manusia sampai pada keyakinan adanya Allah SWT, Sang Maha Pencipta Yang Menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan.

Setelah meyakini bahwa hidup di dunia ini karena diciptakan Sang Maha Pencipta, Allah SWT, manusia juga harus mengetahui tujuan diciptakan dan hidup di dunia ini. Tanpa mengetahui tujuan penciptaan dan kehidupan, manusia akan berada dalam suatu ketidakpastian dan kebingungan yang tidak habis-habisnya. Bahkan dia akan melakukan berbagai hal yang tidak layak dan tidak benar karena ketidakpastian dan kebingungannya tersebut.

Oleh karena itu Allah SWT menurunkan petunjukNYA yang dibawa para nabi dan rasulNYA. Di mana petunjuk dan nabi terakhir hingga akhir zaman adalah Al Qur’an yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa manusia membutuhkan Al Qur’an dan mengapa Al Qur’an adalah mu’jizat?

Kebutuhan Manusia Terhadap Al Qur’an sebagai PetunjukNYA bagi manusia dalam Menjalani Kehidupan di Dunia

Allah SWT Maha Mengetahui kebutuhan manusia. Allah SWT Maha Mengetahui bahwa manusia sangat membutuhkan petunjuk supaya selamat dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu Allah SWT menurunkan petunjukNYA. Petunjuk tersebut sampai kepada manusia dengan dibawa oleh para nabiyullah dan rasulullah.

Al Qur’an adalah petunjuk dari Allah SWT untuk manusia hingga akhir zaman kelak. Al Qur’an turun kepada manusia secara berangsur-angsur melalui Nabi Muhammad SAW. Setelah suatu ayat turun, Nabi Muhammad SAW segera menyampaikannya secara tabligh, sidik, amanah, dan fathonah kepada para sahabat dan umat manusia pada waktu itu.

Kemudian di antara para sahabat dan umat manusia ada yang menghafalkannya sehingga kemurnian Al Qur’an selalu terjaga. Bahkan setelah Rasulullah SAW wafat kemurnian Al Qur’an tetap terjaga karena banyaknya para penghafal Al Qur’an di tengah umat Islam.

Dirintis sejak masa khalifah Abu Bakar dan direalisasikan pada masa Khalifah Utsman, Al Qur’an dibukukan menjadi satu mushaf. Pembukuan tersebut bermanfaat mendukung penjagaan kemurnian Al Qur’an yang telah dan terus dilakukan oleh para penghafal Al Qur’an. Walaupun diduga pada masa sekarang ini pembukuan Al Qur’an juga diwarnai oleh motif yang kurang tepat, seperti motif bisnis atau motif perpecahan, namun kemurnian Al Qur’an tetap terjaga dengan izin Allah dan ketekunan para penghafalnya sehingga Al Qur’an sebagai petunjuk kehidupan sampai akhir zaman tetap terjaga.

Al Qu’an adalah petunjuk Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Al Qur’an menunjuki manusia dalam ibadah manusia kepadaNYA maupun dalam muamalah manusia kepada manusia yang lain, baik berupa muamalah politik, ekonomi, maupun muamalah pergaulan. Demikian juga Al Qur’an menunjuki manusia dalam merawat dirinya sendiri, berupa berpakaian, makan, minum dan berakhlakul karimah. Dengan demikian Al Qur’an adalah petunjuk Allah SWT kepada manusia dalam seluruh aspek kehidupan.

Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa manusia membutuhkan Al Qur’an sebab Al Qur’an jelas sekali sampai akhir zaman merupakan petunjuk dari Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan. Melalui Al Qur’an manusia tidak akan kebingungan apalagi tersesat. Melalui Al Qur’an manusia akan tertuji dalam kehidupannya.

Selain itu dapat pula disimpulkan bahwa manusia tidak membutuhkan petunjuk selain Al Qur’an, termasuk berbagai hal-hal yang aneh dan di luar kebiasaan. Manusia tidak membutuhkan petunjuk dari bayi yang dikulitnya ada tulisan berbahasa Arab, apalagi pohon, sarang lebah, tomat, telur, atau ombak, dll walaupun di sana ada tulisan berbahasa Arab dan bertuliskan Allah dan Muhammad sebagai suatu petunjuk. Sebab sudah ada petunjuk yang hak hingga akhir zaman yaitu Al Qur’an Kariim.

Lagi pula media pembawa keanehan tersebut tidak kalah anehnya. Media itu ada yang berwujud kulit bayi, telur ayam, ombak, pohon, atau sarang lebah, dll. Media pembawa petunjuk ini adalah media yang aneh dan tidak lazim. Bandingkan dengan Al Qur’an yang sampai kepada umat manusia secara lazimnya, yaitu melalui makhluk yang terhormat, yaitu seorang manusia yang diutus sebagai nabi, yaitu Nabi Muhammad SAW. Perbandingan ini sangat menunjukkan bahwa yang dibutuhkan manusia sebagai petunjuk adalah Al Qur’an yang dibawa Nabi muhammad SAW, bukan tulisan Arab yang dibawa bayi, telur, ombak, pohon, sarang lebah, tomat, langit, ombak, dan yang lainnya.

Selain itu petunjuk Al Qur’an disampaikan kepada Nabi Muhammad dan diteruskan kepada umat manusia dan para sahabatnya dalam bentuk lisan. Yang selanjutnya dihafal oleh banyak umat Islam. Al Qur’an dalam bentuk mushaf baru muncul belakangan dan metode utama menjaga kemurniannya tetap berupa hafalan Al Qur’an. Oleh karena itu tulisan bahasa Arab atau Allah dan Muhammad pada berbagai media ayng menunjukan keanehan tersebut justru semakin meyakinkan sebagai hal yang bukan merupakan petunjuk Allah SWT. Sedangkan Al Qur’an adalah petunjuk dari Allah SWT sampai akhir zaman nanti. Perbandingan ini sangat menunjukkan bahwa yang dibutuhkan manusia sebagai petunjuk adalah Al Qur’an yang dibawa Nabi muhammad SAW, bukan tulisan Arab yang dibawa telur, ombak, pohon, sarang lebah, tomat atau yang lainnya.

Demikian juga jika memperhatikan perbedaan isinya, manusia akan sampai pada kesimpulan bahwa Al Qur’an adalah petunjuk Allah SWT, sedangkan selain itu bukan petunjuk Allah SWT. Isi Al Qur’an yang penuh mukjizat itu mencakup seluruh aspek kehidupan sedangkan petunjuk yang lain tidak lengkap dan tidak mencakup seluruh aspek kehidupan. Perbandingan ini sangat menunjukkan bahwa yang dibutuhkan manusia sebagai petunjuk adalah Al Qur’an yang dibawa Nabi muhammad SAW, bukan tulisan Arab yang dibawa telur, ombak, pohon, sarang lebah, tomat atau yang lainnya.

Dengan demikian sangat jelas sekali yang dibutuhkan manusia sebagai petunjuk adalah Al Qur’an, sebab Al Qur’an dibawa oleh nabi Muhammad SAW yang berisi petunjuk dalam seluruh aspek kehidupan. Manusia tidak membutuhkan selain Al Qur’an, entah aneh atau tidak aneh, entah ajaib atau tidak ajaib sebagai petunjuk kehidupannya. Menggunakan petunjuk Al Qur’an manusia akan selamat dunia dan akhirat, menggunakan petunjuk yang lain manusia akan merugi dunia dan akhirat.

Al Qur’an adalah Mukjizat

Al Qur’an adalah mukjizat. Ketidakadaan seorangpun yang mampu menandingi Al Qur’an merupakan salah satu bukti bahwa Al Qur’an adalah mukjizat. Bahkan Al Qur’an menantang dan telah melemahkan para bulagha’(orang-orang yang terkenal fasih berbahasa Arab) pada waktu itu. Mereka tidak mampu menandingi dengan surat yang paling pendek sekalipun padahal mereka sudah berupaya keras untuk menandinginya. Ini menunjukkan dengan pasti bahwa Al Qur’an adalah mukjizat.

Melalui mukjizat tersebut umat manusia menjadi tunduk kepada Al Qur’an. Setelah tunduk maka mereka mengimani, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an yang merupakan petunjuk dariNYA di mana petunjuk tersebut sebenarnya adalah kebutuhan manusia sendiri. Dengan demikian mukjizat pada Al Qur’an sangat penting sekali manusia menjadi tunduk mengimani, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an sebagai petunjuk dariNYA

Penutup

Jelas sekali bahwa manusia membutuhkan Al Qur’an dan mukjizatnya. Manusia membutuhkan Al Qur’an sebab sebagai makhluk Allah SWT manusia membutuhkan petunjuk darinya dalam mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Manusia membutuhkan mukjizat Al Qur’an supaya dapat tunduk, mengimani, memahami dan mengamalkan Al Qur’an sebagai petunjuk dariNYA. Hal ini juga bermakna bahwa manusia sepanjang masa hingga akhir zaman kelak tidak membutuhkan petunjuk-petunjuk lain.

Kalau sekarang ini marak berbagai informasi mengenai keajaiban. Apaalagi keajaiban yang berkaitan dengan tulisan bahasa Arab, tertuliskan nama Allah atau Muhammad, atau terkait dengan keislaman dan umat Islam, hendaknya ditempatkan di tempat yang benar. Tempat yang benar adalah manusia membutuhkan Al Qur’an dan mukjizatnya, tidak membutuhkan petunjuk kehidupan selain Islam, dan keajaiban dan keanehan tersebut, selama betul-betul keajaiban bukan merupakan rekayasa dan penipuan, adalah bukti keberadaan dan kebesaran Allah SWT. .

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: