JALUR RAMAI ATAU JALUR SEPI, MANAKAH YANG DIINGINKAN?

Akhir-akhir ini pilihan beraktifitas bagi wanita semakin banyak saja.  Jika menjadi politikus, pebisnis, cendikiawati, seniwati, selebritis sudah menjadi trend, maka sekarang wanita punya pilihan terkait dengan olahraga.  Ada yang menjadi olahragawati, ada yang menjadi ‘pegila’ olahraga dan sekarang pun banyak yang berkeinginan menjadi suporter suatu cabang olahraga.  Berkaitan dengan dunia politik, sudah sejak lama wanita berkecimpung di situ.  Bahkan ada yang terkenal dalam dunia politik, seperti menjadi pimpinan negara, daerah, partai politik atau juru kampanye.  Di Indonesia ada nama Megawati atau Tutut, sedangkan di luar negeri ada nama Margareth Thathcer, Sarah Palin, Hillary Clinton, Julia Gillard, dll.

Demikian juga dunia bisnis dan cendikiawati telah menorehkan nama wanita dalam dunia tersebut. Di Indonesia, nama Siti Hartati Murdaya, berkali-kali tercantum sebagai pebisnis yang dinobatkan berbagai majalah dalam daftar tahunan orang kaya di Indonesia. Selain itu terdapat nama Lauw Ping Nio yang lebih dikenal sebagai Nyonya Meneer, BRA Mooryati Soedibyo yang merupakan salah satu cucu dari Paku Buwono 10 dan aktif dalam penyelenggaraan Putri Indonesia yang juaranya akan berlomba di kontes Miss Universe, atau Dewi Motik Pramono yang merupakan pimpinan Kowani.  Sedangkan di bidang cendikiawan tercatat, misalnya nama Jody Williams yang meraih hadiah nobel pada tahun 1997, Shirin Ebadi seorang muslimah yang meraih hadiah nobel pada tahun 2003 atau Elinor Ostrom yang meraih hadiah nobel pada tahun 2009.  Seniwati dan selebritis wanita juga banyak.  Bahkan diperkirakan seniwati dan selebritis wanita lebih banyak jumlahnya dari wanita yang beraktifitas di dunia politik, pebisnis atau cendikiawati.  Salah seorang di antara mereka adalah Christine Deviers-Joncour  yang di Perancis adalah mantan peragawati, yang kemudian terkait dengan politik di Perancis dengan menjadi WIL-nya Roland Dumas, perdana menteri Perancis pada waktu itu, dan terkait dengan bisnis karena menjadi konsultan perusahaan raksasa Perancis Elf Aquitane.

Para wanita yang berkecimpung di dunia olahraga juga semakin banyak.  Diakomodasikannya dunia olahraga dalam sistem kehidupan global dan lokal, kemudian publikasi yang masif dari berbagai media masa menyebabkan wanita, sebagaimana manusia pada umumnya tersedot perhatiannya pada dunia olahraga.  Selanjutnya di Indonesia terkenal nama-nama seperti Susi Susanti yang berkecimpung di dunia olahraga bulutangkis atau Yayuk Basuki yang berkecimpung di dunia olahraga tenis.  Selain itu orang pun dari berbagai  belahan dunia mengenal nama Laila Ali yang berkecimpung dalam dunia olahraga tinju, dua bersaudara Venus dan Serena William yang malang melintang di dunia olahraga tenis, Marion Jones yang pernah menjadi ratu atletik dunia.

Ada juga wanita yang menjadi ‘pegila’ atau senang menjadi penonton/suporter olah raga tertentu. Berkaitan dengan pertandingan sepak bola AFF, banyak wanita Indonesia yang menjadi suporter kesebelasan Indonesia.  Ada diantara wanita yang merelakan tangannya untuk ditato gambar burung garuda, mengecat wajah dengan warna-warni tertentu, atau menggunakan asesoris tertentu. Bahkan ada yang menyempatkan diri menonton pertandingan final tahap 1 di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, di mana mereka tidak hanya para artis yang konon kabarnya diberangkatkan oleh lembaga tertentu.  Demikian pula, ada wanita yang rela antri berjam-jam untuk mendapatkan tiket menonton pertandingan final tahap dua di Stadion Sukarno-Hatta Jakarta. Ada yang antri untuk dirinya, temannya atau untuk anak dan keluarganya.  Seorang wanita konon kabarnya sampai mengalami sesak nafas dan pingsan karena begitu lama mengantri dan berdesak-desakan dengan calon lain pembeli tiket.

Kegagalan kadang-kadang dialami para wanita di jalur ramai ini.  Christine Deviers-Joncour adalah contoh yang sangat nyata.  Dia ternyata terbukti melakukan korupsi yang jumlahnya mencapai $500 juta terhadap transaksi penjualan kapal perang dari Elf Aquitane kepada pemerintah Taiwan. Pelanggarannya bisa lebih besar lagi kalau menyertakan penggunaan fasilitas negara Perancis untuk kepentingan pribadinya sendiri.  Contoh yang lain adalah Marion Jones yang selama karirnya dalam dunia atletik ternyata mengalami kecanduan doping obat-obatan terlarang.  Ketika pelanggaran tersebut terbukti, penghargaan yang pernah diterimanya dari berbagai kejuaraan dicabut  dan bahkan dia dipenjara selama beberapa tahun.

Beberapa artis juga mengalami kegagalan dalam menyeimbangkan ketenaran dan karirnya dengan kehidupan pribadinya.  Contohnya adalah Elizabeth Taylor yang kawin cerai sebanyak tujuh kali. Di Indonesia kawin cerai juga dialami beberapa artis. Pada tahun 2008, konon kabarnya ada 18 artis yang bercerai, sedangkan yang mengalami permasalahan keretakan rumah tangga lebih banyak lagi.  Ada juga yang mengalami permasalahan dengan keluarganya, seperti baru-baru ini berbagai berita menyampaikan bahwa ada konflik berkepanjangan antara Qory Sandioriva dengan ibunya atau konflik antara Ayu Azhari dengan beberapa anak-anaknya yang mengadukan bahwa mereka dicakar dan dipukuli oleh Ayu.  Selain itu, beberapa artis terjerat kasus narkoba.  Jennifer Dunn terjerat kasus narkoba dua kali, yaitu tahun 2005 dan tahun 2009. Sedangkan Sheila Marcia harus mendekam di penjara Pondok Bambu Jakarta karena kasus narkoba padahal dia dalam keadaaan hamil tua.

 

Jalur Sepi

Selain berada dalam jalur ramai yang menawarkan gemerlap dunia namun juga berisiko kegagalan, para wanita juga bisa menjadi ibu rumah tangga dengan aktifitasnya berupa mengandung, melahirkan dan mengasuh anak, termasuk juga aktifitas mendampingi anak hingga dewasa dan mengatur rumah tangga.  Disebut jalur sepi karena jalur tersebut menyebabkan wanita kemungkinan besar tidak berada dalam dan meninggalkan jalur ramai gemerlap dunia.  Berbagai wanita memang telah berusaha secara nyata untuk menapaki dua dunia tersebut bersamaan, namun sesungguhnya tingkat kesulitan yang dialami cukup banyak.  Baik wanita yang sukses menapaki keduanya maupun yang gagal pasti merasakan kesulitan yang cukup banyak.

Pilihan menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan yang strategis walaupun tidak menghasilkan gemerlap dunia. Disebut strategis karena terkait dengan hadirnya generasi muda yang nantinya akan meneruskan perjuangan generasi tua dan menjaga eksistensi suatu bangsa.  Ibu rumah tangga akan mengandung, melahirkan, mengasuh, mendidik dan mendampingi anak-anaknya hingga mereka bisa mandiri mengarungi kehidupan dan menjadi kebanggaan generasi tua dan bangsanya.

Sebuah contoh kecil dan parsial dapat dilihat pada bangsa Kenya dan Afrika pada umumnya yang merasa bangga kepada presiden AS saat ini Barrack Obama yang ayahnya berasal dari Kenya di Afrika.  Terlihat sekali bahwa ada harapan di kalangan generasi tua dan bangsanya supaya generasi muda bisa menjadi penerus dan kebanggaan bagi mereka.  Contoh lain adalah bangsa kulit putih di masa yang akan datang di mana ada kemungkinan generasi tuanya akan kecewa dengan generasi mudanya.  Permasalahannya jumlah penduduk kulit putih di Eropa dan AS di masa yang akan datang lebih sedikit dari jumlah penduduk selain kulit putih.  Padahal bangsa kulit putih adalah pengemban ideologi kapitalisme-sekulerisme.  Dalam keadaan kependudukan seperti itu, di masa mendatang pengemban ideologi kapitalisme boleh jadi bukan bangsa kulit putih lagi, namun bangsa selain kulit putih.  Bahkan tidak menutup kemungkinan di masa mendatang di AS dan Eropa yang tidak lagi di bawah dominasi bangsa kulit putih akan mencampakkan ideologi kapitalisme dan menggantinya dengan ideologi lain.  Pada saat itulah generasi tua kulit putih akan menyesali generasi mudanya.

Umat Islam sendiri sudah mengalami keprihatinan dan kekecewaan terhadap beberapa generasi mudanya. Sebagai contoh, generasi tua umat Islam banyak prihatin dengan terjadinya dekadensi moral di kalangan umat Islam, termasuk juga adanya keengganan  mempelajari  dan mendakwahkan Islam. Bahkan terjerat permasalahan-permasalahan serius dalam kehidupannya.  Namun demikian, umat Islam berbeda dengan umat dan bangsa lain yang generasi tuanya hanya bisa kecewa dan membiarkan keadaan buruk pada generasi mudanya. Umat Islam terus menerus berupaya keras memperbaiki generasi mudanya dengan berbagai cara yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Dalam hal inilah pilihan menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan yang strategis sebab melalui perjuangan ibu rumah tangga akan hadir generasi muda yang akan meneruskan perjuangan generasi tua sekaligus kebanggaan bagi mereka semua.  Kisah ummu Yukabad ibunda Nabi Musa AS jelas sekali menunjukkan bahwa ibu rumah tangga memegang peran strategis dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas.   Dalam rangka melindungi putra yang baru dilahirkan dari angkara murka tentara Fir’aun, Ummu Yukabad terpaksa menghanyutkan ke sungai Nil putranya dalam suatu kotak.  Selanjutnya dengan ijin Allah SWT, Ummu Yukabad bisa mengasuh dan mendidik anaknya di ‘kandang harimau’ yaitu di istana Fir’aun.  Beberapa tahun selanjutnya, Musa AS mampu meruntuhkan singgasana thagut Fir’aun dan merubahnya dengan singgasana penyembahan kepada Allah SWT.  Masih banyak kisah-kisah lain dalam Islam yang menunjukkan peran strategis ibu rumah tangga di mana walaupun seolah-olah sepi dari berbagai gemerlap dunia, namun aktifitasnya sangat menyibukkan dan menghasilkan generasi penerus yang kelak akan menjadi kebanggaan generasi tuanya.

Perlu dipahami bahwa bukan berarti ajaran agama Islam melarang kaum wanita menjalankan kegiatan Islami selain kegiatan ibu rumah tangga.  Di mana ada permasalahan yang membutuhkan keterlibatan wanita untuk menyelesaikannya, ajaran agama Islam mendorong wanita untuk mengambil peran dan berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Jika wanita dan ibu rumah tangga harus berkontribusi pada penghasilan keluarga, harus berkontribusi dalam dakwah dan politik, atau dalam pendidikan di tengah masyarakat, maka sudah selayaknya wanita dan ibu rumah tangga mengambil berbagai peran tersebut. Tentu saja ketika mengambil berbagai peran tersebut para wanita dan ibu rumah tangga harus mendasarkan pada keimanan kepada Islam dan tidak menterlantarkan urusan rumah tangga.  Adapun kaum laki-laki seyogyanya tidak semena-mena melarang wanita dan ibu rumah tangga yang berdasarkan keimanannya terhadap Islam berkontribusi menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT  dalam QS. At Taubah ayat 71, yang artinya:”Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

 

Penutup

Dorongan gemerlap dunia kadang-kadang menyebabkan para wanita dan ibu rumah tangga berada di persimpangan jalan.  Sesungguhnya, sudah sangat jelas bahwa menjadi ibu rumah tangga memiliki posisi yang sangat strategis sebab akan menghasilkan generasi penerus yang menjadi kebanggaan umat Islam.  Namun demikian nilai strategis tersebut tertutupi oleh realitas manipulatif kehidupan sekarang ini yang mana seolah-olah menjadi ibu rumah tangga yang menghasilkan generasi penerus idaman tidak diperlukan lagi dan tidak memiliki kedudukan strategis.

Kalau menghadapi permasalahan tersebut, sebaiknya para wanita dan ibu rumah tangga tetap berpegang teguh pada pembenaran bahwa menjadi ibu rumah tangga memiliki posisi strategis dan penting dalam menghasilkan generasi penerus yang berkualitas dan bisa menjadi kebanggaan. Selanjutnya kiprah di tengah masyarakat harus dilandaskan pada pembenaran bahwa keterpesonaan terhadap gemerlap dunia tidak boleh terjadi.  Kiprah di tengah masyarakat harus dilandaskan pada pembenaran bahwa diperlukan keterlibatan wanita dan ibu rumah untuk mengatasi permasalahan keluarga dan masyarakat, seperti permasalahan ekonomi keluarga, permasalahan pendidikan di tengah masyarakat, atau permasalahan dakwah dan politik, dst.  Dengan cara tersebut diharapkan para wanita di satu sisi dapat menempatkan dirinya di hadapan keluarga dan masyarakat sebaik-baiknya dan di sisi lain tetap mendapatkan ridho Allah SWT.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: