WAHAI MUSLIMAH, TAK PERLU RISAU DENGAN DATANGNYA USIA 30 TAHUN!

Kaum wanita usia 30an tahun dibuat risau, khawatir dan takut oleh para produsen  produk  suplemen makanan/minuman. Produk susu misalnya memperingatkan wanita agar mewaspadai ancaman oestoporosis (tulang belakang rapuh) pada masa usia tersebut.  Produsen juga mengingatkan jika sampai terjadi  kerapuhan tulang,  maka para wanita usia tersebut  tidak bisa lagi beraktifitas lincah. Sebagai contoh: aktivitas menggendong anak di punggung tidak akan bisa dilakukan lagi.  Lantas produsen memberikan solusi untuk mencegahnya, yaitu: agar para wanita  berjalan kaki 10.000 langkah per hari. Tentu saja juga harus rajin minum produk susu dari  produsen tersebut.

Begitu pula produsen dari produk perawatan wajah dan tubuh wanita, seperti:  sabun, bedak, lulur, dll, juga sektor jasa perawatan tubuh seperti: body spa, hair spa dan refleksi. Dengan kalimat-kalimat yang persuasif produsen menyatakan bahwa wanita memasuki usia 30an tahun  harus menunda penuaan dini berupa flek-flek hitam,   garis-garis keriput, dan kulit kusam. Badan yang kendor setelah melahirkan dan menyusui anak, harus segera dipulihkan dengan ramuan dan treatment pelangsing tubuh. Wajah wanita harus putih, merona, mulus sampai lanjut usia. Banyak iklan dari produsen yang mengajak  para  wanita   untuk  menggunakan produk perawatan wajah dan tubuh dari produk mereka. Sebagai contoh, perhatikan iklan berikut ini : “Usia kadang membuat wanita merasa makin tidak percaya diri. Karena kesegaran kulit wajah mulai  pudar dan timbulnya kerutan-kerutan halus (penuaan). Inilah produk yang direkomendasikan untuk mengembalikan keremajaan kulit dan menghilangkan kerutan di wajah….dst,  seraya menunjukkan jenis-jenis produknya.

Iklan-iklan seperti itu terbukti efektif.  Banyak wanita usia 30an tahun yang akhirnya menggunakan produk-produk tersebut.  Mereka  tampak aktif mengikuti saran dari produsen.  Walaupun terdapat juga opini yang menyatakan bahwa produk-produk seperti itu belum tentu aman untuk tubuh wanita,  mereka tidak mempedulikannya. Tak sekedar menggunakan produk-produk kesehatan, perawatan tubuh dan kecantikan, sebagian wanita bahkan rela membayar mahal dan merasakan sakit yang sangat -konon sakitnya melebihi operasi Caesar-, dengan melakukan treatment seperti:  operasi plastic estetik, implant payudara (breast implant) dengan silicon yang sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan nyawa, operasi mengencangkan perut bawah (tummy tuck), menyedot lemak (liposuction), pengencangan kulit wajah dengan face lift atau botox maupun ulthera (alat yang memancarkan gelombang ultrasound menyusur wajah pasien). Biaya dari berbagai operasi itu bisa mencapai 5  sampai 60 juta lebih. Di kalangan komunitas mereka bahkan sampai ada yang dijuluki  “pasien shopping” yaitu pasien yang ingin selalu melakukan operasi ini dan itu untuk tujuan perawatan wajah dan tubuh, dengan dokter yang sesuai dengan ini dan  itu. (Kompas, 6 Februari 2011).

Realitas yang ada sekarang menunjukkan bahwa tren tersebut juga muncul di  kalangan para wanita muslimah. Tidak sedikit para wanita muslimah (usia 30an tahun) yang menganggap bahwa pemikiran seperti yang dinyatakan oleh produsen berbagai produk  seperti itu benar dan mereka menempatkan aktivitas  seperti yang ditunjukkan oleh produsen sebagai  aktivitas yang sangat prioritas. Didukung dengan munculnya berbagai produk yang bersertifikasi “halal” dan sektor usaha perawatan wajah dan tubuh khusus wanita muslimah, yang  dilabeli  dengan Islam seperti:  “Insya Allah Sesuai Syari’ah” mengakibatkan para wanita muslimah semakin yakin terhadap kebenaran pemikiran produsen dan tidak ragu-ragu untuk beraktivitas seperti yang ditunjukkan  oleh produsen. Fenomena ini menjadi pemicu terdorongnya para wanita muslimah usia 30an tahun, untuk   membentuk dirinya agar sama atau menyerupai  seperti yang diidealkan dan dicitrakan oleh produsen.  Sebagai seorang muslimah yang harus selalu mengikatkan perbuatannya dengan hukum syara’ Islam, bagaimanakah  pandangan Islam terhadap masalah ini?

Makna Usia: Masa Pembentukan Kepribadian

Usia seseorang sebenarnya adalah bilangan waktu yang mengiringinya dalam mengarungi kehidupan di dunia. Umumnya, usia seseorang dihitung mulai dari lahir (bayi), terus menjadi balita, anak-anak, remaja (akil baligh), pemuda/pemudi, dewasa, orang tua  sampai orang tersebut meninggal  dunia. Selama masa kehidupannya itu, seseorang akan melaksanakan beragam  aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masalahnya, ketika seseorang  beraktivitas dalam kehidupan ini  sampai akhir kehidupannya, sangat dipengaruhi oleh pemikirannya mengenai kehidupan itu sendiri. Seseorang yang menggunakan pemikiran Islam dalam memandang kehidupan ini, akan berbeda aktivitasnya, dengan orang yang memandang kehidupan ini dengan pemikiran liberalisme,  sekulerisme, sosialisme atau  yang lainya. Karena itu dapat dikatakan bahwa usia seseorang merupakan  masa untuk membentuk kepribadian sesuai dengan pandangan hidupnya.

Dalam pemikiran Islam ditunjukkan bahwa manusia hidup di dunia ini adalah karena diciptakan oleh Allah Swt, dan manusia diperintahkan untuk menjalankan aktivitas kehidupan dunia sesuai dengan aturan Allah Swt, serta akan diminta tanggung jawabnya terhadap aktivitasnya di dunia, pada kehidupan akhirat kelak. Terkait dengan itu, seorang muslimah sudah harus memikul tanggung jawab untuk beraktivitas sesuai dengan perintah Allah Swt ketika dia sudah mencapai usia baligh (dewasa) sampai berakhir  usianya (sudah datang kematiannya). Aturan Islam menjelaskan bahwa seorang wanita dikatakan sudah mencapai usia baligh jika sudah mengalami  mentruasi/haid.

Dari sini dapat dikatakan, bahwa  wanita usia 30an tahun tentunya sudah masuk usia baligh dan berarti setiap aktivitas kehidupannya akan berakibat pada balasan berupa pahala atau dosa. Hal ini membawa konsekuensi bagi seorang muslimah untuk  memahami mana aktivitas yang mendapatkan pahala dan mana yang mendapatkan dosa. Jika sekarang banyak muncul bujukan/iklan dari berbagai produsen  yang mengatakan bahwa wanita harus mulai  waspada ketika berusia 30 tahun dengan dalih pada usia tersebut  mulai muncul tanda-tanda penuaan, tulang-tulangnya mulai keropos, wanita harus tampil cantik mempesona, dll, maka seorang muslimah tidak boleh mudah terpancing. Fakta  dari propaganda produsen adalah terjualnya produk sehingga mendapatkan laba yang besar dan mendorong  seseorang untuk konsumtif.  Memang benar bahwa dengan bertambahnya usia seseorang akan terjadi penurunan fungsi-fungsi dari organ tubuh manusia, seperti: tubuh mulai lemah, rambut memutih, kulit keriput, pandangan dan pendengaran mulai berkurang, dll.  Namun itu semua tidak menjadi halangan bagi seseorang untuk menjalankan kehidupannya sesuai dengan aturan Allah Swt. Sebab aturan Allah Swt  sudah mencakup segala hal yang menjadi persoalan manusia sepanjang usia kehidupannya.

Karena itu,  para wanita muslimah harus cermat dalam memilih aktivitas dan  tidak mudah tertipu oleh propaganda produsen.  Para wanita muslimah harus memahami bahwa usia 30, usia sebelumnya dan usia sesudahnya, hanyalah bilangan  waktu yang mengiringi kehidupan manusia,  tinggal bagaimana seseorang beraktivitas sepanjang usianya dengan aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan aturan Allah Swt. Sabda Rasul Saw yang diriwayatkan Abu Bakrah: “Seorang laki-laki bertanya pada Rasul Saw: “Wahai Rasulullah, manusia yang bagaimanakah yang paling baik? Rasul Saw menjawab: Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Kemudian orang itu bertanya lagi,  Wahai Rasulullah: Manusia bagaimanakah yang jelek? Rasul Saw bersabda: Orang yang panjang umurnya tapi buruk amalnya.”(HR Ahmad dan Albani menshahihkannya dalam Shahih Al Jami’ no. 3297). Karena itu seorang wanita muslimah harus memikirkan apakah sepanjang usianya sekarang ini sudah baik amalnya sehingga ia termasuk dalam golongan manusia yang paling baik? Atau justru terjadi yang sebaliknya?

Hal-hal seperti inilah yang seharusnya lebih dirisaukan dan dikhawatirkan oleh para wanita muslimah terkait dengan pertambahan usianya. Adapun terkait  dengan munculnya tanda-tanda penuaan wajah dan tubuh, para wanita muslimah harus menyadari bahwa proses penuaan dan penurunan fungsi tubuh manusia merupakan proses yang lazim dan pasti terjadi. Namun hal  tersebut hendaknya tidak membuat  dirinya menjadi kurang percaya diri dalam menjalankan aktivitas kehidupannya, bahkan sampai menghabiskan waktu, tenaga dan dana  untuk merubah dirinya  sesuai dengan bujukan dan propaganda para produsen.

Karena itu para wanita muslimah harus menyadari bahwa sepanjang usianya adalah hari-hari yang harus digunakan untuk membentuk dirinya menjadi  seorang yang berkepribadian Islam. Sebab  ajaran  Islam menilai seseorang dari unsur  kepribadiannya sebagai seorang muslim, dimana hal tersebut tidak terkait dengan kecantikan/usia. Unsur kepribadian seorang muslim terkait dengan pola pemikirannya yang berdasarkan pada aqidah dan hukum syara’ Islam serta pola sikap/tingkah lakunya yang selalu terikat dengan aqidah dan hukum syara’ Islam. Dengan demikian sudah menjadi keharusan bagi para wanita muslimah bahwa sepanjang usianya merupakan hari-hari yang digunakannya untuk membentuk dirinya menjadi diri yang memiliki kepribadian Islam, bukan membentuk dirinya seperti yang dicitrakan oleh para produsen.

 

Merawat Tubuh Untuk Melaksanakan Perintah Allah Swt

Para wanita muslimah harus senantiasa melandaskan perbuatannya pada aqidah dan hukum syara’ Islam.  Harus mengetahui hukum dari setiap perbuatan yang hendak dilakukannya,  apakah wajib, sunah, makruh, haram atau mubah. Bila sudah mengetahui maka perbuatan yang hendak dilakukannya tersebut  harus dilandasi niat untuk menjalankan aturan  Allah Swt. Hal ini dimaksudkan agar senantiasa muncul kesadarannya terhadap hubungannya dengan Allah Swt. Artinya dia selalu menyadari bahwa perbuatan yang dilakukannya semata-mata untuk melaksanakan aturanNya dan untuk mendapatkan keridho’anNya. Dengan tumbuhnya kesadaran seperti ini, para wanita muslimah akan terhindar dari perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan  Allah Swt dan dapat menjadi  benteng dirinya dari ‘serangan’  para produsen.

Perbuatan merawat tubuh  untuk kepentingan kesehatan ataupun  keindahan tubuh merupakan suatu hal yang diperintahkan oleh Allah Swt.  Merawat tubuh agar senantiasa sehat adalah wajib.  Karena dengan tubuh yang sehat,  para wanita muslimah  dapat  melaksanakan perintah-perintah  Allah Swt yang lain, seperti: sholat, mengunjungi orang sakit, menolong orang lain, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berdakwah, menuntut ilmu,  dll. Jadi perbuatan merawat tubuh bukan hanya karena ingin  sehat dan cantik, tetapi hal itu dilakukan  untuk melaksanakan perintah Allah Swt  dan akan memudahkannya dalam melaksanakan perintah-perintah lainnya.

Selain itu para wanita hendaknya menghargai dirinya dengan ketakwaannya pada Allah Swt, bukan menghargai  dengan  kecantikannya. Sebab dalam pandangan Islam, manusia yang paling mulia di sisi Allah Swt adalah manusia yang paling bertakwa. Hal ini sesuai dengan  firman Allah Swt yang artinya: “…sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa…” (QS. Al Hujurat ayat 13). Karena itu, tidaklah pantas jika para  wanita muslimah  menganggap dirinya  merasa lebih tinggi atau lebih merasa percaya diri  jika wajah awet muda dan cantik. Tapi hendaklah wanita menghargai dirinya sesuai dengan Allah Swt  menghargai dirinya.

 

Penutup

Silahkan para wanita muslimah merawat tubuh,  menjaga kecantikan wajah, menjaga kesehatan, dan melakukan aktivitas lain semacam itu. Namun harus selalu disadari bahwa beraktivitas seperti  itu adalah untuk melaksanakan perintah Allah Swt. Sedangkan  perintah Allah Swt bukan hanya terbatas pada perawatan tubuh dan menjaga kesehatan, tetapi masih banyak hukum syara’ yang juga harus dilakukan oleh para wanita muslimah. Penting bagi para wanita muslimah untuk mengetahui tentang pemikiran-pemikiran,  hukum-hukum serta prioritas terhadap pelaksanaan hukum-hukum syara’ Islam dan membiasakan dirinya untuk selalu terikat dengannya. Dengan pemikiran seperti ini,  para wanita muslimah tidak akan risau dengan datangnya usia 30 tahun dan usia-usia selanjutnya. Dan ingatlah, wahai para wanita muslimah: manusia yang paling mulia disisi Allah Swt adalah manusia yang paling bertakwa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: