JANGAN JADI MUSLIMAH DENGAN KEPRIBADIAN LEMAH

Maraknya acara pemilihan putri-putrian akhir-akhir ini seolah-olah menjadi magnet tersendiri bagi para wanita untuk berpartisipasi menjadi peserta. Opini dari media yang seringkali menggambarkan secara live penobatan sebagai sang puteri,  semakin mendorong para wanita untuk ambil bagian sebagai peserta pada acara-acara seperti itu. Apalagi para wanita berkesempatan untuk bebas  memilih mengikuti acara pemilihan bertaraf nasional seperti: pemilihan puteri Indonesia, putri pariwisata, putri intelgensia, putri kopi, dll, atau yang bertaraf internasional seperti: miss universe, miss tourism, dll. Tinggal bagaimana para wanita menyiapkan diri untuk mengikuti seleksi pemilihan putri-putrian tersebut agar memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh penyelenggara.

Pada pemilihan puteri Indonesia(miss Indonesia) misalnya,  kriteria yang dinilai oleh para dewan juri untuk menentukan seorang Miss Indonesia adalah bagaimana cara mereka bersikap, berwawasan, berjiwa sosial dan berkepribadian. Karena itu, pihak penyelenggara menjadikan kekuatan 3B, yaitu: Beauty (kecantikan), Brain (kecerdasan), dan  Behaviour (tingkah laku) sebagai ukuran  dalam menilai kepribadian seorang wanita. “Seorang wanita akan terlihat lebih cantik apabila dia dapat menunjukkan kepribadian dirinya, dan memiliki prinsip yang benar di dalam hidup” ujar founder sekaligus ketua dewan juri MissIndonesia, Liliana Tanoesoedibjo, tentang sosok seorang MissIndonesia. (JAKARTA, PRLM, 30/05/2011).

Fenomena ini ternyata juga  mengakibatkan munculnya  sekolah-sekolah kepribadian yang ditujukan untuk  membentuk kepribadian wanita dengan mengasah kekuatan 3B-nya. Umumnya di sekolah-sekolah kepribadian diberikan berbagai  pelatihan seperti: public relation, vocal, acting, presenter dan corporate training. Semua itu dipromosikan sebagai aktivitas yang penting untuk  kepribadian para wanita sehingga menjadi suatu keharusan untuk   dilakukan.

Masalahnya, apakah  jika seorang wanita yang telah memiliki kriteria sebagai putri, dapat dikatakan telah memiliki kepribadian yang sempurna sebagai seorang   wanita? Bagaimana pandangan Islam mengenai kepribadian seorang muslimah?

 

Kepribadian  Seseorang Terkait Dengan Pemikirannya Mengenai Kehidupan

Sebenarnya  kepribadian seseorang tidak ada hubungannya dengan penampilan fisik, seperti: kecantikan atau busana yang dikenakan. Hal-hal seperti itu bukan merupakan salah satu faktor kepribadian dan tidak berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Sebab, manusia yang satu dapat dibedakan dari manusia yang lainnya melalui akal dan tingkah lakunya. Dan inilah yang akan menunjukkan tinggi rendahnya derajat seseorang. Dengan akalnya,  seseorang dapat memiliki pemikiran tertentu mengenai kehidupan dan  tingkah lakunya akan terikat dengan pemikirannya tersebut. Karena tingkah laku merupakan perbuatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan naluri dan jasmaninya maka  tingkah laku akan sesuai dengan kecenderungan/keinginan  yang  mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga pemikiran mengenai kehidupan dan kecenderungan/keinginan  yang dimiliki oleh seseorang merupakan penyangga bagi kepribadiannya.

Pemikiran mengenai kehidupan yang berasal dari ajaran Islam berbeda dengan pemikiran mengenai kehidupan yang berasal dari ajaran non Islam, misal: pemikiran sekulerisme, pemikiran sosialisme, dll. Akidah Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia ini terikat dengan kehidupan setelah dunia (akhirat). Dan segala tingkah laku manusia di dunia akan diminta tanggung jawabnya oleh Allah Swt pada hari akhir (Kiamat) kelak. Artinya, tingkah laku manusia di dunia bukan merupakan sesuatu yang bebas nilai, tapi sesuatu yang terikat dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt sebagai pencipta manusia.

Adapun pemikiran kehidupan yang berasal dari sekulerisme atau sosialisme meyakini bahwa kehidupan dunia tidak ada hubungannya dengan kehidupan akhirat dan manusia bebas memilih dan bertingkah laku apa saja sesuai keinginannya.  Adanya aturan yang diterapkan untuk manusia lebih ditujukan agar kebebasan seseorang tidak menganggu kebebasan orang lain. Karena itu mereka menganggap manusia bebas bertingkah laku apa saja.

Dari sini dapat dikatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilihat dari tingkah lakunya, sedangkan tingkah laku seseorang merupakan perwujudan dari pemikirannya mengenai kehidupan dan kecenderungan/keinginannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika seseorang meyakini bahwa hidup di dunia ini bebas nilai, maka dia menganggap sah-sah saja  apapun  tingkah lakunya  meskipun hal itu dianggap melanggar norma yang berlaku. Sehingga bisa jadi peristiwa yang terjadi pada Agni Pratistha, berawal dari pemikiran kebebasan yang diyakininya. Sebagai mantan putri Indonesia 2006, Agni  dianggap memiliki kepribadian yang sempurna dan tentu telah memenuhi kriteria 3B yang sempurna pula. Namun ternyata Agni bertingkah laku yang menurut pemikiran sebagian kalangan tidak layak untuk dilakukan.

Foto topless Agni Pratistha, di majalah Prancis terbitan Indonesia, Elle, yang tersebar luas di dunia maya dikecam oleh masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh  Mantan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita, Tuty Alawiyah. Menurut Tuty, sebagai duta bangsa yang masyarakatnya mayoritas muslim, Agni tak pantas melakukan semua itu. “Jujur saja, sebagai kaum perempuan, kami prihatin melihat kondisi sebagian bangsaIndonesia yang perilakunya amburadul. Khusus soal foto berani Agni Pratistha, saya mengecam keras sepak-terjangnya itu,” tandas Tuty Alawiyah di Jakarta, (Liputan6.com, 25/5/2011).

Sementara itu menurut  Agni sendiri, foto-foto seperti itu layak saja. Hal itu bisa dilihat dari pernyataanya:  ”Foto-foto itu sudah lama, awal 2010. Tapi orang-orang baru heboh sekarang. Saya sih nggak syok. Itu kerjaan orang iseng saja, orang norak,” ujarnya. (Liputan6.com, 25/5/2011).   Memang banyak yang mengkritisi hanya untuk iseng dan norak, namun tetaplah yang dilakukan Agni tidak benar dan pemilihan putri-putrian tidak menghasilkan apa-apa.  Sehingga mengkritisi harus selalu dilakukan dengan baik, bukan hanya untuk iseng dan norak.

Dengan demikian, kepribadian seseorang tidak bisa dinilai dengan kriteria 3B. Kriteria ini digunakan oleh pengemban pemikiran kebebasan yang merupakan cabang dari pemikiran sekulerisme untuk merangkul para muslimah sehingga mereka menjauh dari nilai-nilai kehidupan dan hukum-hukum  yang diajarkan oleh Islam. Para muslimah yang mengambil pemikiran kebebasan akan mudah untuk membuka auratnya di depan umum, mempertontonkan kecantikannya di depan publik dan tidak menjaga kehormatan dirinya dengan berbagai alasan, seperti: ekspresi seni, aktualisasi diri, popularitas, dll.

Keikutsertaan para muslimah dalam ajang pemilihan putri-putrian bisa menjadi bukti. Meskipun pemikiran Islam mengajarkan pada para wanita muslimah untuk menutup auratnya, memiliki sifat malu, menjaga kehormatan diri dan akhlaknya, namun pengaruh pemikiran kebebasan yang mereka yakini, mampu menyebabkan mereka meninggalkan nilai-nilai Islam. Jika sudah begitu, mudah saja bagi  mereka tampil di depan publik dengan menggunakan pakaian one piece seperti: bikini dan baju renang. Seperti yang dilakukan oleh Miss USA Rima Fakih yang menang pada Miss Universe 2010 dan Shanna di Inggris yang  menjadi muslim pertama yang mewakili Inggris pada Miss Universe. Apakah wanita-wanita seperti ini bisa dikatakan sebagai wanita yang sempurna kepribadiannya?

 

Kepribadian Dalam Pandangan Islam

Ajaran Islam membentuk kepribadian seseorang dengan akidah Islam. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian Islam, jika dalam dirinya telah terbentuk pemikiran Islam dan kecenderungan Islam. Dikatakan memiliki pemikiran Islam, jika seseorang menjadikan akidah Islam sebagai satu-satunya standar berfikir. Dan dikatakan mempunyai kecenderungan Islam, jika seseorang menjadikan akidah Islam sebagai satu-satunya standar hawa nafsu dan aktivitas pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Seorang muslim dikatakan memiliki kepribadian Islam, jika ia telah memiliki pemikiran dan kecenderungan Islam. Hanya saja Islam tidak menganjurkan umatnya untuk mempunyai kepribadian Islam yang lemah dan pas-pasan. Islam memerintahkan agar setiap muslim memiliki pribadi yang tangguh, yang tercermin dari akidahnya yang kuat, tinggi tingkat pemikirannya, dan taat mengamalkan ajaran-ajaran Islam. Karena itu kepribadian Islam yang sudah terbentuk, jangan dibiarkan begitu saja.  Kepribadian itu harus selalu diperkuat dengan cara  meningkatkan pemikiran Islam dan kecenderungan Islamnya.

Pemikiran Islam ditingkatkan dengan menambah khasanah keilmuan Islam sehingga seseorang memiliki kemampuan untuk menilai/membandingkan setiap pemikiran yang ditemuinya atas dasar akidah Islam. Karena itu, hendaknya setiap muslim memiliki semangat tinggi dalam mencari ilmu Islam. Kapan dan di manapun, dengan ilmu-ilmu Islam yang cukup seseorang akan mampu menangkal semua bentuk pemikiran yang merusak dan bertentangan dengan Islam.

Kecenderungan Islam ditingkatkan dengan melatih diri untuk melakukan ketaatan dalam menjalankan perintah-perintah Allah Swt sehingga  memiliki kemampuan untuk menolak setiap kecenderungan yang bertentangan dengan Islam. Dalam sebuah hadist qudsi Allah Swt berfirman: “…Dan tidaklah   mendekatkan diri hambaku dengan sesuatu yang lebih aku sukai seperti bila ia melakukan amalan fardhu yang Aku perintahkan atasnya, kemudian hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya…”. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

Adapun ketika dikatakan bahwa kepribadian tidak ada kaitannya dengan penampilan fisik, bukan berarti Islam mengabaikannya. Sebab, Islam memerintahkan umatnya untuk menjaga kebersihan dan keindahan, seperti  sabda Rasulullah Saw: ”Jika kalian mengunjungi saudaramu maka perbaikilah kendaraanmu dan perindahlah pakaianmu, sehingga seolah kalian bagaikan tahi lalat (kesan keindahan yang mudah dikenali) diantara manusia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai hal-hal yang buruk.” (HR. Abu Dawud).

 

Penutup

            Penyangga kepribadian wanita bukanlah akidah liberalisme sebagaimana ditunjukkan oleh para pelaku putri-putrian.  Penyangga kepribadian wanita adalah akidah Islam yang menjadi tolok ukur dalam setiap aktifitas berfikir dan kecenderungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kepribadian yang islami dengan diikuti penampilan fisik yang memperhatikan kebersihan dan keindahan menyebabkan muslimah mencapai derajat yang tinggi di dunia di akhirat. Allah Swt berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu. Sebab ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” (Q.S As shaad:26)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: