ISLAM SEBAGAI SOLUSI KRIMINALITAS WANITA

Jaman jahiliyah baru sudah tidak dapat ditutup-tutupi lagi.  Bagaimana tidak disebut jaman jahiliyah, kalau begitu banyak masalah yang menimpa umat manusia.   Sekarang umat manusia merasakan dan terlibat dalam masalah banyaknya wanita yang terlibat dalam kriminalitas.  Padahal masalah-masalah lain juga  banyak yang tidak terselesaikan.

Pada masa lalu jaman jahiliyah dihapuskan dengan datangnya ajaran agama Islam yang diterapkan secara kaffah.  Namun pada saat ini jaman jahiliyah datang padahal ajaran agama Islam telah turun secara lengkap dan sempurna.  Hal ini menunjukkan bahwa permasalahannya terletak dari ketidakmauan dan keengganan manusia untuk menyelesaikan permasalahan menggunakan ajaran agama Islam.  Ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin yang dahulu pernah menghapuskan kejahiliyahan dan menyebabkan manusia dalam peradaban yang mulia tidak diterapkan dan digunakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan kehidupan yang terjadi.  Bahkan banyak yang menggunakan sekulerisme, kapitalisme, liberalisme, dll, ideologi kufur buatan manusia untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami.  Akibatnya bukan permasalahan teratasi, bahkan beban permasalahan semakin menumpuk-numpuk, seperti banyaknya wanita terlibat dalam kriminalitas, sedemikian hingga mengganggu manusia dalam peribadatan dan penyembahan kepada Al Khaliq.  Kalau hal seperti itu dibiarkan pasti hancurlah kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.  Seharusnya seluruh masalah dan kejahiliyahan yang terjadi diselesaikan dengan menggunakan ajaran Islam yang memang telah terbukti mampu menghancurkan semua bentuk kejahiliyahan.

Berkaitan dengan wanita yang ada indikasi terlibat dalam tindakan kriminalitas, berbagai media banyak mewartakannya. Sebagai contoh:

  1. Anggelina Sondakh sebagai tersangka kasus suap wisma atlet.  Demikian juga  diwartakan indikasi keterlibatan kriminalitas dari Rosalina Manulang, Miranda Goeltom, Wa Ode, Nunun Nurbaetie dan Andi Nurpati.  Dulu pernah juga diwartakan tentang kriminalitas Artalita Suryani.
  2. Ada indikasi juga wanita terlibat dalam pembunuhan seperti membuang/membunuh oroknya setelah melahirkan karena malu hubungan ‘gelap’ akan terbongkar.  Ada juga indikasi membunuh orang lain, seperti ibu kandung Agnes Kharisma yang membunuh anaknya sendiri, Lidya Pratiwi yang membunuh Nael L Gonggom atau beberapa TKW di Timur Tengah, Malaysia, dll, yang berhadapan dengan hukum di sana karena terlibat pembunuhan.
  3. Wanita mengkonsumsi barang haram seperti minuman keras, sabu-sabu, dll.  Sebut saja dari kalangan artis, seperti Zarima Mirafsur, Sheila Marcia, Jennifer Dunn. Tak kalah hebohnya, baru-baru ini saja terjadi tabrak maut yang menewaskan dan melukai banyak orang.  Ini terjadi karena pengendara mobil Xenia, Afriyani Susanti dan teman-temanya sedang dalam pengaruh narkoba dan minuman keras.  Mobil yang melaju kencang akhirnya menabrak dan menewaskan para pejalan kaki di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.
  4. Media juga menyoroti Malinda Dee yang diindikasikan menipu nasabah di City Bank.  Di berbagai daerah, ada juga kalangan wanita yang mengelola uang atau arisan kemudian dikomplain oleh nasabahnya dengan aduan melakukan penipuan.
  5. Masih banyak perkara-perkara yang pelaku kriminalitasnya adalah wanita, seperti ibu-ibu dan remaja putri yang mencuri di toko, super market, atau mall dengan alasan memenuhi kebutuhan hidup atau untuk biaya sekolah anaknya.  Demikian juga ada wanita yang terlibat dalam seks bebas dan bahkan menjadi pelacur.

Sangat disayangkan begitu banyak wanita yang terlibat dalam kriminalitas.  Wanita pada zaman jahiliyah tidak hanya menjadi korban kejahiliyahan, namun juga menjadi pelaku kejahiliyahan itu sendiri.  Padahal harapan terhadap wanita sangat besar, sampai-sampai ada yang terkesan melebih-lebihkan dalam bentuk ungkapan seperti: laki-laki harapan bangsa dan wanita tiang negara,  dibalik keberhasilan laki-laki ada dukungan wanita, dll. Oleh karena itu seharusnya dominasi kapitalisme-sekulerisme dan ideologi lain yang kufur terhadap Islam dicabut dan dicampakkan, kemudian Islam diterapkan sehingga kejahiliyahan sirna, dan para wanita, tidak menjadi pelaku maupun korban kejahiliyahan dan kriminalitas.

 

Kehidupan Umum dan kehidupan Khusus

Keterlibatan sosok wanita dalam kriminalitas yang berada pada kehidupan umum (hayatul ‘am) memang janggal dalam masyarakat yang Islami.  Namun menjadi hal wajar dalam masyarakat kapitalisme-sekulerisme.  Hal ini terjadi sejak arus pemikiran kesetaraan didengungkan dengan mendorong wanita untuk berperan sama dengan kaum laki-laki, bahkan kalau bisa melampauinya. Akhirnya, wanita tergiring untuk aktif pada kehidupan umum.  Mereka berlomba untuk memperoleh penghasilan sendiri dengan alasan untuk dapat mensejahterakan keluarga atau alasan-alasan lain.  Mereka dapat berbaur dengan laki-laki tanpa ada batas tempat, waktu, dll. Dampak dari itu semua adalah  meluasnya permasalahan yang muncul, antara lain kriminalitas wanita dalam kehidupan umum.

Sangat berbeda dalam masyarakat Islam, di mana aktivitas wanita itu dominan pada kehidupan khusus (hayatul khos).  Maka jika terjadi kriminalitas oleh wanita, kebanyakan berada dalam kehidupan khusus, yaitu tempat-tempat yang memang aktivitas wanita banyak berada di tempat itu, seperti di rumah-rumah. Apalagi ajaran Islam  telah memberikan metode pencegahan kriminalitas pada kehidupan khusus. Hal ini dimaksudkan  supaya wanita tidak terlibat  kriminalitas dalam kehidupan khusus sebagaimana tidak terlibat dalam kriminalitas kehidupan umum. Sehingga kasus yang mendera wanita jaman jahiliyah sekarang, jarang terjadi pada masyarakat Islam.

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah Swt kepada Rasul Muhammad Saw untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah, mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan mengatur hubungan manusia dengan manusia sesamanya. Demikian juga, dalam mengatur hubungan manusia tersebut, Islam memberikan pengaturan kepada kaum laki-laki dan wanita sedemikian hingga memungkinkan dirinya hidup dalam kehidupan umum di antara sejumlah individu dan masyarakat.  Islam juga memberikan pengaturan dalam menjalani kehidupan khusus yang menyebabkan dirinya hidup di rumah bersama anggota keluarga lainnya.

Aturan Islam memposisikan sama dalam hal beban hukum antara laki-laki dan wanita dalam kehidupan umum. Islam mensyariatkan sholat, puasa, zakat, haji, akhlak, muamalah (jual beli, perburuhan, perwakilan, pertanggungjawaban) dan uqubat (pelanggaran, sanksi, peradilan) untuk laki-laki dan wanita. Demikianlah, Islam telah memberikan pengaturan kehidupan bermasyarakat dengan diterapkannya aturan yang sesuai dengan jenis dan bentuk hubungan yang terjadi.

Menurut pandangan Islam, wanita diperbolehkan untuk berinteraksi dan beraktivitas dalam kehidupan umum.  Demikian juga Islam telah mewajibkan wanita untuk berdakwah dan menuntut ilmu. Wanita juga diwajibkan berpolitik dengan politik Islami, dibolehkan untuk melakukan transaksi jual beli, perburuhan, perwakilan, pertanian, industri, perdagangan, memiliki setiap jenis kepemilikan, mengembangkan harta, kerjasama usaha, menjadi pegawai atau buruh, menggaji orang, dan aktivitas muamalah lainnya. Demikian juga wanita diharamkan untuk berdusta, bertindak curang, dan khianat. Semua itu adalah sebagaimana yang diwajibkan, dibolehkan dan diharamkan kepada kaum laki-laki.

Sedangkan dalam kehidupan khusus, Islam memberikan pengaturan bagi  wanita dengan hukum-hukum tertentu yang dapat memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi. Seperti permasalahan aurat dan memasuki rumah orang lain. Demikan juga terdapat berbagai hukum yang menyangkut hak dan kewajiban khusus bagi wanita. Dalam konteks ini dapat dicontohkan: masalah persaksian dua orang wanita dalam kehidupan umum,  namun diterimanya kesaksian satu orang wanita saja dalam perkara yang terjadi di tengah kehidupan khusus.

Selain itu, ada hukum wajib yang hanya diperuntukkan bagi laki-laki namun mubah dilakukan oleh wanita. Seperti: wajibnya bekerja mencari nafkah kehidupan bagi laki-laki dan hukum ini mubah bagi wanita. Kepemimpinan dalam rumah tangga diserahkan kepada laki-laki bukan kepada wanita. Lebih dari itu juga ditetapkan seorang suami untuk mendidik istri, memisahkan tempat tidurnya, atau memukulnya dengan pukulan yang tidak menyakitkan jika istri melakukan kedurhakan, kemaksiatan atau pertentangan kepada suami.

Dengan demikian, memang tidak ada larangan Islam bagi wanita untuk berperan dalam kehidupan umum (hayatul ‘am), seperti: menyebarkan atau menuntut ilmu yang dimiliki untuk mencerdaskan kaum wanita dan umat manusia, berdakwah, berpolitik yang Islami, bekerja untuk mendapatkan harta, dll, aktifitas dalam kehidupan umum.   Namun aktifitas dalam kehidupan khusus jangan sampai dilalaikan, seperti menjadi ibu rumah tangga dengan aktivitasnya berupa mengandung, melahirkan dan mengasuh anak. Termasuk mengurus rumah tangga dan mendampingi anak hingga dewasa sehingga menjadi generasi Islami dalam mengarungi kehidupan dan menjadi kebanggaan generasi tua dan bangsanya.  Aktifitas dalam kehidupan khusus ini sangat penting.  Semakin banyak wanita pada saat ini berada dalam kehidupan khusus, tentu menyebabkannya tidak terlibat dan terjebak dalam kehidupan umum yang didominasi sekulerisme kapitalisme dengan kejahiliyahan dan kriminalitasnya yang merajalela di mana-mana.

           

Jaminan Pemenuhan Kebutuhan Pokok

Ajaran Islam memandang bahwa kebutuhan pokok, yaitu sandang, pangan, rumah, pendidikan, kesehatan  dan keamanan harus terjamin.  Hal ini tidak hanya untuk wanita.  Pendek kata semua orang, kebutuhan pokoknya harus terjamin.  Jaminan pemenuhan kebutuhan pokok ini menyebabkan semua orang, khususnya wanita tidak terjerumus kriminalitas dalam kehidupan umum maupun dalam kehidupan khusus.  Perinciannya sebagai berikut:

  1. Jaminan pemenuhan kebutuhan pendidikan menyebabkan wanita mengetahui dan memahami tugas-tugasnya dan prioritasnya dalam kehidupan umum dan kehidupan khusus.
  2. Jaminan pemenuhan kebutuhan kesehatan menyebabkan akal wanita mampu berfikir jernih dan cemerlang dalam mengetahui dan memahami tugas-tugasnya dan prioritasnya dalam kehidupan umum dan kehidupan khusus.
  3. Jaminan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan rumah pada semua orang menyebabkan wanita tidak terlalu terbebani membantu keluarganya mencari nafkah kehidupan.
  4. Jaminan pemenuhan kebutuhan keamanan menyebabkan wanita terdorong melaksanakan tugas-tugasnya dan prioritasnya dalam kehidupan umum dan kehidupan khusus secara maksimal.  Wanita terjamin keamanan dan kehormatannya ketika melaksanakan tugas dan prioritasnya dalam kehidupan umum maupun khusus.  Sebagai contoh, wanita terjamin keamanannya dan terhormat ketika berpolitik Islami, sebagaimana terjamin keamanannya dan terhormat ketika menjadi ibu rumah tangga.

 

Penutup

Kriminalitas yang dilakukan wanita semakin menunjukkan bahwa kehidupan jahiliyah mendominasi umat Islam.  Hanya ajaran Islam dan penerapannya yang dapat mengatasi permasalahan kejahiliyahan.  Untuk mengatasi permasalahan kriminalitas yang dilakukan wanita, ajaran Islam telah memberikan solusi sebagai berikut:

  1. Negara menjamin pemenuhan kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat, laki-laki dan wanita, mencakup sandang, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan dan keamanan.
  2. Pembagian kehidupan menjadi kehidupan umum dan khusus.  Wanita dapat menenuhi kebutuhan hidupnya dalam kehidupan umum, namun kehidupannya dalam kehidupan khusus juga harus diperhatikan.
  3. Kriminalitas yang dilakukan wanita dalam kehidupan umum maupun dalam kehidupan khusus akan diberikan sanksi sesuai dengan ajaran Islam.

Demikianlah ajaran Islam telah menunjukkan solusi dari masalah tindakan kriminalitas yang dilakukan para wanita. Kembali pada kita sendiri sebagai umat Islam: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapa yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maaidah ayat 50).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: