SALAH KAPRAH MODERN

Pemahaman tentang modern pada masyarakat saat ini adakalanya menimbulkan pengaruh yang tidak baik terhadap umat Islam. Sebagai contoh: seorang wanita muslimah yang menutup aurat dengan jilbab besar, mengenakan gamis atau mengenakan cadar/burqa  dikatakan bahwa wanita itu tidak modern, kuno, dan jadul. Wanita seperti itu dianggap menggunakan pakaian-pakaian yang dikenakan oleh orang-orang Arab pada jaman dulu. Sebaliknya, seorang wanita yang mengenakan pakaian mini sehingga terbuka sebagian anggota badannya, pakaian ketat yang menutup kulitnya tapi memperlihatkan dengan jelas lekuk-lekuk tubuhnya, atau wanita yang menutup aurat dengan pakaian  dan asesoris yang glamour dianggap sebagai wanita  modern, gaul, trendy dan up to date.

Begitu pula di kalangan remaja dan pelajar, kalau belum pernah pacaran dan nonton film porno dianggap sebagai remaja atau pelajar yang kuno dan kuper (kurang pergaulan). Ada anggapan bahwa pergaulan remaja modern adalah dengan clubbing, dugem, ngedrug, ngegank, dan free sex.

Terkait adanya free seks dikalangan remaja dan pelajar bisa dilihat dari gambaran berikut. Berdasar survey yang dilakukan di google.co.id diketahui: tahun 2002 dilakukan penelitian oleh BKKBN di enam kota di Jawa Barat menyebutkan 39,65% (artinya 4 dari 10) remaja pernah berhubungan seks sebelum nikah. Tahun 2004 berdasarkan hasil survei Synovate Research tentang perilaku seksual remaja (15 – 24 tahun) di kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan, hasilnya 44% responden mengaku sudah pernah punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun. Sementara 16% lainnya mengaku pengalaman seks itu sudah mereka dapat antara usia 13-15 tahun. Jika hal seperti ini yang dianggap modern, tentu sangat memprihatikan.

Terlebih lagi berdasar penelitian yang dilakukan oleh Annisa Foundation (AF) pada bulan Juli-Desember 2006 terhadap 412 responden, yang berasal dari 13 SMP/ SMA negeri dan swasta di Cianjur menyebutkan bahwa 42,3% pelajar SMP dan SMA tersebut sudah pernah melakukan  hubungan seksual. Mereka juga mengaku kalau hubungan seks itu dilakukan atas dasar suka sama suka, dan bahkan ada yang berganti-ganti pasangan. Menurut direktur eksekutif AF, sebanyak 90 persen dari mereka paham nilai-nilai agama, dan mereka tahu itu dosa. (forum.vivanews.com, 29 Januari 2011).

Inilah yang terjadi dalam diri umat Islam saat ini. Tidak sedikit dari umat Islam  terbawa arus yang menyesatkan dan menyeret pada kemaksiatan, meskipun diantara mereka menyadari itu menyebabkan dosa. Namun mereka tetap melakukan karena ada anggapan: itulah yang modern. Mereka tidak mau dikatakan kuno, sehingga memilih mengikuti apa yang dianggap modern. Begitulah salah kaprah pemahaman mengenai modern. Lantas, apa yang dimaksud dengan modern? Bagaimana umat Islam harus bersikap  dalam masalah ini?

 

 Modern Yang Terpengaruh Peradaban Barat

            Beberapa kalangan berpendapat yang dimaksud dengan modern adalah suatu hal yang lebih baru atau model baru. Ada juga pendapat bahwa modern terkait dengan perubahan peradaban dari yang lama ke peradaban yang lebih baru. Adapun menurut Sayidiman Suryohadiprojo dalam artikel: Makna Modernitas Dan Tantangannya Terhadap  Iman (media.isnet.org): peradaban modern adalah peradaban yang awalnya terbentuk di Eropa Barat, kemudian menyebar di seluruh dunia Barat. Dengan begitu dapat pula  dinamakan peradaban Barat. Perkataan modern di sini adalah Eropa centris atau  Barat  centris karena  sepenuhnya bersangkutan dengan kehidupan bangsa-bangsa di Eropa.

Dari berbagai catatan sejarah bisa diketahui bahwa sebelum abad pertengahan, kehidupan bangsa-bangsa di Eropa terbelenggu dengan ajaran  gereja Katolik yang saat itu berkuasa di Eropa. Kehidupan mereka mengalami perubahan besar melalui gerakan renaissance pada abad ke-16. Gerakan ini membawa perubahan dengan berpijak pada pemikiran individualisme dan liberalisme yang menyatakan: hanya dengan kebebasan  individu sajalah manusia memperoleh kemajuan. Namun ternyata prinsip kebebasan yang mereka anut menciptakan pemisahan  agama dari kehidupan manusia. Artinya, mereka mengakui adanya Tuhan tetapi Tuhan dianggap tidak berhak mengatur kehidupan manusia sehingga manusia bebas untuk mengatur kehidupannya sendiri.

Konsep manusia bebas untuk mengatur kehidupannya sendiri ternyata   menyebabkan berkembangnya kehidupan masyarakat yang berasas pada manfaat semata. Setiap individu dalam peradaban barat menjadikan manfaat/keuntungan sebagai dasar dari setiap perbuatannya. Berbagai tingkah laku individu manusia maupun beragam jenis benda yang dikembangkan  pastilah yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan mereka. Hal ini menyebabkan tidak adanya aspek lain dalam masyarakat, kecuali aspek materi dan mafaat.  Kalau pun terdapat individu yang menegakkan aspek moral, misal: jujur, maupun aspek kemanusiaan, seperti: peduli terhadap orang lain,  hal itu terbatas pada urusan pribadinya  sendiri.  Demikian juga ketika seseorang menegakkan aspek rohani, seperti: beribadah kepada Tuhan, sebenarnya hal itu terbatas pada individu dan lingkungan gereja saja.

Dari sini dapat dimengerti mengapa kehidupan masyarakat yang terpengaruh peradaban barat sangat lazim terjadi  free sex, bentrokan antar kelompok-kelompok dalam masyarakat, isu-isu penistaan agama, penipuan, pembunuhan, penjarahan/perampokan, dll. Hal-hal seperti itu terjadi karena pengaruh pemikiran kebebasan dan asas manfaat yang menjadi dasar dibangunnya peradaban barat, yakni bebas bertingkah laku, bebas berpendapat, bebas beragama dan bebas untuk memiliki segala sesuatu. Itulah modern dalam pandangan peradaban barat. Sehingga jika terdapat individu manusia yang tidak seperti mereka dianggap tidak modern, kuno dan jadul.

Selanjutnya, jika modern dianggap sebagai peradaban yang lebih baru sehingga peradaban barat dikatakan sebagai peradaban modern, itu karena memang peradaban barat terbentuk dan berkembang pada saat peradaban Islam mulai sirna dan umat Islam mulai terpuruk karena berbagai masalah, seperti: pertarungan politik, pergolakan budaya dan melemahnya pemahaman umat Islam terhadap ajaran-ajaran Islam. Karena itulah peradaban barat tampak lebih populer sehingga umat Islam yang lemah keterikatannya terhadap Islam cenderung mengikuti. Sebagai contoh: mengikuti cara hidupnya, kebiasaannya, seni budayanya, dll.

 

Peradaban Islam Adalah Peradaban Modern

            Peradaban Islam berbeda dengan peradaban barat. Peradaban Islam tegak atas dasar  akidah Islam, yaitu beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya, Kitab-kitab suciNya, Hari Kiamat serta kepada Qadla dan Qadar baik buruknya dari Allah SWT. Ini berarti peradaban Islam berlandaskan asas ruhiyah, yaitu mengakui adanya hubungan manusia dengan Penciptanya. Karena itu, seorang muslim harus berupaya untuk selalu mengarahkan perbuatannya agar sesuai dengan perintah Allah Swt dan laranganNya. Itu semua dilakukan dengan tujuan memperoleh keridlaan Allah Swt semata, bukan dengan tujuan manfaat/keuntungan. Itulah kebahagiaan hidup menurut ajaran Islam.

Karena itu, seluruh perbuatan seorang muslim tidak muncul dari asas manfaat seperti yang terjadi pada peradaban barat. Sebagai contoh, free sex yang menurut peradaban barat sudah menjadi hal yang biasa dan siapa pun boleh-boleh saja melakukannya. Seorang muslim tidak boleh melakukan free sex. Sebab, ajaran Islam telah melarangnya dan memberikan wewenang pada negara untuk  menerapkan sanksi bagi manusia yang melanggar laranganNya.

Begitu pula bentuk-bentuk materi/benda yang digunakan umat Islam sepanjang kehidupannya  tidak boleh muncul dari asas manfaat seperti yang terjadi pada peradaban barat. Sebagai contoh, diciptakannya benda-benda seni patung/lukis yang menggambarkan wanita tanpa busana. Peradaban barat menganggap benda-benda seperti itu merupakan karya seni yang tinggi nilainya dan bermanfaat. Namun ajaran Islam melarang untuk menciptakan benda-benda seperti itu demi menjaga terjadinya kerusakan akhlak pada manusia. Telah banyak bukti, seperti: di negara-negara barat sendiri maupun di negeri-negeri yang penduduknya muslim namun terpengaruh peradaban barat, telah terjadi kerusakan akhlak yang dipicu oleh benda-benda berbau pornografi.

 

Harus dingat bahwa ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, bukan hanya dalam masalah akidah dan ibadah saja. Tetapi juga mencakup aspek ekonomi, sosial, politik, dll. Ajaran Islam juga tidak hanya mengakui nilai materi semata sebagaimana peradaban barat. Ajaran Islam mengakui adanya seluruh nilai-nilai kehidupan, yaitu: nilai materi, spiritual, moral dan kemanusiaan. Agar seluruh nilai-nilai kehidupan itu dapat terwujud, ajaran Islam harus diterapkan secara sempurna dan menyeluruh dalam kehidupan manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam QS Al Baqarah ayat 208, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Sekarang, umat Islam harus yakin ketika ajaran Islam diterapkan secara riil dalam kehidupan manusia pastilah kehidupan umat Islam akan menuju pada peradabannya, yaitu peradaban Islam. Sejarah mencatat, Rasulullah Saw telah mengawali terbentuknya peradaban Islam di Madinah sejak tahun pertama hijrah dengan meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial pada masyarakat Madinah waktu itu.  Beliau juga mengadakan perjanjian-perjanjian politik yang menjamin kemerdekaan beragama, meyakini hak-hak kehormatan jiwa dan harta umat Islam maupun non Islam. Peristiwa tersebut merupakan hal baru dalam dunia peradaban manusia, sebab pada waktu itu diberbagai wilayah dunia termasuk di Eropa masih terjadi perampasan hak-hak manusia, termasuk merendahkan kedudukan para wanita.

Dari sini dapat dikatakan bahwa peradaban Islam merupakan peradaban yang modern. Ajaran-ajaran Islam telah membawa bangsa Arab dari kehidupan jahiliyah yang penuh kegelapan menuju kehidupan yang cemerlang penuh cahaya iman. Selanjutnya syiar Islam terus berkembang sampai di berbagai wilayah di luar jazirah Arab, sehingga peradaban Islam menjadi mercu suar untuk bangsa-bangsa lain dalam membangun peradabannya.  Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 257, yang artinya: “Allah pelindung orang yang beriman.  Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan pada cahaya (iman).  Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan.  Mereka adalah penghuni neraka.  Mereka kekal di dalamnya”.

 

Penutup

             Meskipun peradaban Islam pada saat ini telah sirna dan umat Islam sekarang hidup di bawah naungan peradaban barat, tidak berarti umat Islam sekarang dibebaskan dalam melaksanakan ajaran-ajaran  Islam dan boleh melaksanakan boleh tidak. Apalagi menganggap bahwa ajaran Islam sudah tidak modern, kuno dan tidak sesuai dengan jaman. Tidak seperti itu. Sebab, setiap individu manusia yang telah meyakini Islam sebagai agamanya, memiliki kewajiban untuk terikat dengan seluruh ajaran Islam.

 

             

Kewajiban kita sekarang adalah mewujudkan kembali peradaban Islam untuk menggantikan peradaban-peradaban primitif yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Peradaban Islam adalah peradaban modern yang menjamin kelangsungan dan kebahagiaan hidup seluruh makhluk Allah. Bukan kebahagiaan semu yang justru menghancurkan kehidupan manusia. Dengan menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam membentuk peradaban Islam, kita harus kerja keras dalam rangka mewujudkan kembali  peradaban Islam. Bukankah Allah Swt telah berfirman dalam QS At Taubah ayat 33, yang artinya: “Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” Nah, Allah Swt telah berjanji, kita mulai sekarang pasti bisa! 

           

   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: