APRIL MOP, SERANGAN BUDAYA?


          Meskipun belum sepopuler perayaan Valentine Day setiap tanggal 14 Februari, tidak sedikit dari umat Islam sekarang ini yang ikut-ikutan merayakan  April Mop atau April Fool’s Day  setiap tanggal 1 April. Ada juga siaran-siaran di televisi, radio dan situs web yang berpartisipasi dalam rangka perayaan April  Mop. Mereka menghendaki agar penonton, pendengar dan pembaca merasa tertipu dengan lelucon konyol yang telah dipersiapkan. Mereka menganggap pada waktu April Mop boleh-boleh saja menipu dan membuat lelucon kepada siapa saja dengan maksud menjahili atau sekedar bercanda. Dan orang-orang yang menjadi target untuk dijahili tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop.

Umat Islam yang ikut merayakan perayaan ini umumnya tidak mengetahui seluk beluk mengapa ada perayaan April Mop. Jadi mereka hanya sekedar ikut-ikutan saja dan  merasa senang jika bisa membuat kekonyolan dan lelucon. Sehingga orang-orang  yang memang suka iseng terdorong untuk ikut merayakan April Mop. Maka jadilah orang-orang seperti itu ikut merayakan dan  bergabung dengan umat lain yang memang telah menjadikan April Mop sebagai suatu tradisi yang harus dilestarikan. Terlebih lagi ada anggapan bahwa esensi perayaan April Mop hanya sekedar bercanda saja sehingga siapa saja boleh bergabung dalam perayaan tersebut, termasuk seorang muslim.

Sebenarnya sudah ada himbauan dari berbagai kalangan umat Islam sendiri, agar seorang muslim tidak ikut merayakan April Mop. Namun entah mengapa himbauan itu seperti tidak dihiraukan. Akibatnya, masih ada saja umat Islam yang menyengaja berpartisipasi dalam April Mop. Mereka jelas-jelas tidak memikirkan dampak sebenarnya yang bisa terjadi akibat kejahilan dan keisengannya.  Konon kabarnya, ada seorang suami yang mengatakan pada istrinya dalam rangka April Mop: “Aku ceraikan kamu dengan talak 3.” Tentu saja ucapannya itu membuat sang istri menangis sedih. Melihat istrinya seperti itu, si suami dengan tanpa merasa berdosa mengucapkan “April Mop”. Setelah itu, suaminya yang bersedih ketika ada yang memberitahukan pada dirinya bahwa talak yang telah dilafazkan tersebut berakibat perceraian yang sebenarnya.

Telah banyak juga media dan situs web yang memuat informasi bahwa asal usul perayaan itu terkait dengan pembantaian umat Islam di Spanyol pada tanggal 1 April  tahun 1487 oleh pasukan tentara Nasrani. Dari sini sebagian umat Islam ada yang menganggap jika seorang muslim ikut merayakan April Mop, sama saja dengan merayakan kemenangan tentara Salib yang berhasil menipu, membohongi dan selanjutnya melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap umat Islam.  Karena itu jika seorang muslim merayakan April Mop berarti juga  merayakan ulang tahun pembantaian terhadap saudara-saudara sesama muslim lima abad yang lalu. Tega nian !

Memang ada juga pendapat yang berbeda mengenai asal usul perayaan April Mop. Seperti yang dimuat wikipedia.org.id. Disebutkan bahwa pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII memerintahkan penggantian kalender Julian. Tradisi populer menceritakan bahwa beberapa orang Eropa tidak mengetahui perubahan tersebut dan terus merayakan Tahun Baru pada tanggal 1 April dari kalender Julian sebelumnya. Ada juga pendapat  seorang profesor sejarah di Universitas Boston bernama Joseph Boskin yang mengatakan bahwa April Mop dimulai pada masa pemerintahan Constantine. Constantine yang humoris memperbolehkan badut istana bernama Kugel untuk menjadi raja selama satu hari. Selanjutnya, badut tersebut mendeklarasikan tanggal 1 April sebagai ‘day of absurdity’ atau hari yang tidak masuk akal yang kemudian menjadi acara tahunan. Versi yang lain memercayai bahwa April mop adalah praktek kuno. Meskipun tidak dirayakan pada hari yang sama, kebudayaan kuno telah mengamati hari ketika orang-orang dapat membuat lelucon bersama.

Hanya saja patut disayangkan, sebagian umat Islam  yang merayakan April Mop tapi risih jika dikatakan tidak empati dengan peristiwa pembantaian umat Islam oleh umat agama Nasrani,  justru meyakini pendapat-pendapat seperti itu sebagai alasan untuk “ikut merayakan April Mop”. Mereka lebih mengedepankan aspek membuat lelucon dengan maksud sebagai hiburan dan tidak memikirkan aspek yang lain, seperti: bahaya yang terjadi akibat lelucon yang sengaja mereka perbuat.

Padahal tidak sedikit keburukan yang sudah terjadi akibat orang-orang merayakan April Mop. Seperti yang disebutkan dalam forum-muslim.blogspot.com, pernah terjadi gempa pada tanggal 1 April 1946 di Pulau Aleutian yang kemudian menyebabkan tsunami di Kepualauan Hawai dan Alaska yang mengakibatkan tewasnya 165 orang. Korban yang banyak ini disinyalir terjadi akibat orang-orang tidak percaya kedatangan tsunami yang dianggap sebagai April Mop. Disebutkan pula bahwa kematian Marvin Gaye –seorang penyanyi pada tahun 70-an- yang di tembak oleh ayahnya sempat dianggap hanya sebagai gurauan karena terjadi pada tanggal 1 April 1984. Beberapa waktu kemudian setelah orang-orang sadar keadaan sebenarnya, barulah kejadian tersebut diperiksa oleh pihak kepolisian.

Terlepas dari benar salahnya asal-usul dan kejadian-kejadian yang terkait dengan April Mop, sebagai seorang muslim kita harus memahami bagaimana sikap kita yang sesuai dengan ajaran Islam. Tulisan ini akan menjelaskan.

Perbuatan Seorang Muslim Terikat Hukum Syara’ Islam

            Ajaran  Islam memandang bahwa setiap perbuatan seorang muslim tidaklah bebas nilai. Artinya, setiap perbuatan manusia selalu ada hukumnya. Dibolehkannya suatu perbuatan atau dilarangnya pasti ada dalil syara’ yang menunjukkan bahwa perbuatan tersebut dibolehkan atau dilarang. Tidak adanya dalil syara’ suatu perbuatan tidak menunjukkan bahwa perbuatan itu dibolehkan (mubah), akan tetapi hanya menunjukkan belum adanya suatu hukum atas perbuatan tersebut. Hal ini justru menunjukkan wajibnya mencari dalil syara’ sehingga diketahui hukum dari perbuatan tersebut. Allah Swt berfirman dalam QS Al Hijr ayat 92-93, yang artinya: “Maka demi Rabbmu, pasti kami akan menanyakan (menghisab) mereka tentang apa yang mereka kerjakan dahulu.” Ayat ini menunjukkan bahwa perbuatan manusia akan diminta tanggung jawabnya oleh Allah Swt kelak pada waktunya. Karena itu setiap muslim wajib mengetahui hukum suatu perbuatan sebelum perbuatan tersebut dilakukannya karena hal itu merupakan bagian dari tanggung jawabnya di dunia sebelum tiba hari perhitungan amal manusia (yaumul hisab).

Adapun terkait dengan perbuatan-perbuatan yang seringkali dilakukan dalam rangka merayakan April Mop, seperti: menipu meskipun tidak sebenarnya dengan maksud bercanda, membuat hiburan, lelucon, dll, yang semacam itu,  pada dasarnya merupakan perbuatan menipu -sama artinya dengan berdusta- dan bercanda/bergurau. Ajaran Islam melarang perbuatan menipu dan berdusta meskipun hanya dengan maksud bercanda. Hal itu bisa dilihat dari sabda Rasulullah Saw:Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia…..celakalah dia.” (HR. Abu Dawud no.4990, At Tirmizi no 2315 dan dinyatakan hasan oleh Al albani dalam shahih Al- Jami’ no 7136).

Selain itu Rasulullah Saw juga bersabda:“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, maka hendaklah ia berbicara yang baik atau diam.” (HR. Muslim). Ini berarti Islam mengajarkan pada seorang muslim untuk senantiasa menjaga lisannya dari berbicara yang tidak benar, berdusta maupun menipu dan diamnya seorang muslim itu lebih baik daripada berbicara yang tidak benar, berdusta, menipu, dan dari keburukan-keburukan lisan lainnya.

Namun demikian bukan berarti ajaran Islam melarang untuk bercanda/bergurau. Islam tidak melarang seorang muslim untuk bercanda namun dalam bercanda tidak boleh berbohong apalagi sampai menyebabkan kerugian atau penderitaan pada orang lain, seperti yang seringkali terjadi pada perayaan April Mop. Rasulullah Saw pun pernah bercanda tetapi beliau tidak pernah berdusta. Abu Hurairah r.a menceritakan,  para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw:“Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah Saw menjawab:“Tentu, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR Imam Ahmad, sanadnya shahih).

Dengan demikian jelaslah bahwa seorang muslim tidak dibenarkan melakukan perbuatan-perbuatan seperti yang seringkali dilakukan dalam rangka April Mop. Termasuk tidak dibenarkan juga melakukan hal-hal yang demikian itu pada waktu-waktu lainnya.  Hal ini dimaksudkan agar pada dirinya senantiasa melekat akhlak sebagai orang yang beriman, bukan akhlaknya orang munafik, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya:Empat perkara apabila ada pada diri seseorang, maka ia adalah seorang munafik tulen, dan barangsiapa yang ada dalam dirinya salah satunya, maka ia telah memiliki salah satu sifat kemunafikan sampai ia meninggalkannya, yaitu: Apabila diberi kepercayaan ia berkhianat, apabila berbicara ia bohong, apabila berjanji ia melanggarnya, dan apabila berbantahan (bermusuhan) ia berbuat fasik.” (muttafaqun ‘alaih).

Waspada Terhadap Serangan Budaya Yang Tidak Islami

            Jika kita menengok kehidupan umat Islam dari masa Rasulullah sampai sekarang terlihat bahwa orang-orang kafir tidak pernah berhenti merusak kehidupan umat Islam. Mereka menempuh segala cara agar umat Islam meninggalkan ajaran agamanya atau menggantinya dengan ajaran mereka. Mengenai hal itu Allah Swt telah mengingatkan kepada umat Islam dengan firmanNya:”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah,”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (QS Al Baqarah ayat 120).

Dari ayat tersebut kita mengetahui bahwa sepanjang masa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah surut (hilang) keinginan mereka untuk menghancurkan/memadamkan ajaran Islam, hingga umat Islam mengikuti ajaran mereka. Pandangan mereka, tidak mudah melawan orang Islam dengan kekuatan fisik,  karena mereka mengetahui bahwa seorang muslim tidak takut mati di jalan Allah, sehingga mereka berusaha menghancurkan umat Islam melalui serangan non fisik, antara lain: melalui serangan pemikiran dan serangan kebudayaan.

Berbagai cara mereka lakukan untuk menjauhkan umat Islam dari keyakinan dan aturan Islam. Mereka menggunakan berbagai media dan masuk dalam seluruh lini kehidupan umat Islam. Mereka menutupi serangannya dengan berbagai kemasan menarik yang dibumbuhi semangat dan  pemikiran kebebasan, hak asasi, kemajuan zaman, toleransi, dll, sehingga tanpa disadari umat Islam sedikit demi sedikit meninggalkan keyakinan dan aturan Islam. Tidak mustahil acara-acara, seperti: April Mop, Valentine Day, perayaan tahun baru Masehi, dan acara-acara tidak Islami lainnya adalah bagian dari desain serangan  budaya mereka.

Oleh karena itu umat Islam harus selalu waspada dan menjauhkan diri dari fenomena-fenomena yang dapat mengikis akidah dan aturan Islam dengan cara menjadikan ajaran Islam sebagai standar dalam berfikir dan beraktivitas  sepanjang kehidupannya di dunia. Hal ini membawa konsekuensi bahwa seorang muslim harus menerapkan ajaran Islam dalam seluruh aspek kehidupannya, tidak hanya menerapkan ajaran Islam dalam urusan ibadah dan akhlak saja.

Penutup

            Pilihan kita sekarang adalah meringankan langkah kaki kita dalam beraktivitas untuk meyakini, mengkaji, memahami dan melaksanakan semua aturan Allah Swt. Kita kuatkan pijakan kaki kita diatas akidah Islam meskipun serangan pemikiran dan kebudayaan dari orang-orang kafir mengalir deras.  Menjadi tanggung jawab kita bersama sehingga setiap muslim menggunakan akidah dan aturan Islam sebagai filter terhadap segala bentuk pemikiran dan fenomena yang dapat mengikis ajaran Islam dalam kehidupannya. Wallahu’alam bi shawab.

           

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: