LARANGAN ISRAF WA TABDZIR

Tidak dapat dipungkiri kapitalisme telah membawa manusia ke jurang kehancuran.  Fakta telah membuktikan semua itu.  Ide kapitalisme mengakibatkan kerusakan yang mengerikan.  Sejak kapitalisme ditegakkan di Barat muncul manusia-manusia serakah pengumbar hawa nafsu, tak pernah puas dengan apa yang diperolehnya sekaligus akan menjadi ‘vampire’ dengan menjajah sesamanya dan umat/bangsa lain.

Permasalahan ada pada bangsa dan penganut kapitalisme itu sendiri.  Mereka berani-beraninya mengabaikan ruh (kesadaran hubungan manusia dengan Allah SWT).  Selanjutnya diproklamasikan azas manfaat sebagai azas kehidupan.

Salah satu contoh dari kapitalisme yang menghancurkan adalah keserakahan.  Mereka mengkonsumsi apa saja secara serakah.  Seorang ustadz pernah mengkritik keras keserakahan tersebut dengan membandingkan terhadap ucapan seorang nabi.  Khawatir anak keturunan menyeleweng sepeninggalnya, seorang nabi bertanya kepada mereka:  “Maa dza ta’buduuna min ba’dii? “ yang artinya: “Apa yang akan kalian sembah sesudahku?”. Sedangkan kapitalis yang serakah sudah menghancurkan semuanya bertanya: “Ma dzaa ta’kuluuna min ba’dii?” yang artinya: “Apa yang akan kalian makan sesudahku?”

Kenyataannya memang begitu. Permasalahan yang ada pada kapitalisme bukan saja mengkonsumi dalam jumlah yang berlebihan atau menggunakan suatu hal tidak pada tempatnya, demikian juga bukan saja mengkonsumsi yang haram seperti minuman keras, narkoba, perjudian, pelacuran, dll. Namun permasalahan mereka juga keserakahan seperti serakah mendominasi hajat hidup orang banyak, harta milik umum, tambang besar, hutan, perairan, fasilitas umum air, listrik, komunikasi dan lain-lain. Mereka pun secara serakah mendominasi negara.  Apa yang harus diatur oleh negara, siapa dan bagaimana pelaksana pengaturannya sudah didominasi secara serakah oleh kapitalisme dalam rangka melanggengkan keserakahan dan kapitalisme itu sendiri. Na’udzubillahimindzaalika.

Sangat penting untuk menghentikan kapitalisme dengan keserakahannya.  Sosialisme-komunisme tidak dapat menghentikan kapitalisme dan keserakahannya.  Hanya ajaran Islam yang dapat menghentikan kapitalisme dengan keserakahannya, sebagaimana Islam dapat menghentikan sosialisme dan komunisme.  Bagaimana Islam menghentikan kapitalisme dan keserakahan?  Buletin ini akan menguraikannya

1. Ruh Islam      

Islam memiliki ide, pemikiran dan metode yang unik dan hebat dalam memberikan problem solving terhadap semua masalah kehidupan.  Mabda’ Islam yang berazaskan Laa ilaha illallah Muhammad rasulullah memberikan pemikiran yang menyeluruh tentang gambaran kehidupan. Setiap aktivitas yang dilakukan berdasarkan azas Islam, maka tidak akan lepas dari ruh. Inilah yang membedakan Islam dengan yang lain, termasuk dengan kapitalisme dan sosialisme-komunisme.

Islam menyandarkan setiap perbuatan dengan akidah dan hukum syara’. Setiap perbuatan tidak bebas menurut keinginan dan kepentingan belaka. Islam mengikat setiap perbuatan dengan lima hukum perbuatan yang berupa: wajib, sunah, mubah, makruh dan haram.  Hal ini menunjukkan adanya azas ruhiyah islamiyah pada diri setiap muslim, secara umum/bersama, maupun pada negara ketika melakukan perbuatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan.

Oleh karena itu, seorang muslim akan sangat bersemangat manakala melakukan perbuatan yang diperintahkan atau meninggalkan yang dilarang.  Para sahabat Rasulullah menunjukkan hal itu.  Mereka selalu bersemangat dalam menjalankan agama Islam.  Mereka bersemangat dalam beribadah, menuntut ilmu, bersedekah, berjihad, dll.  Mereka juga bersemangat meninggalkan larangan Islam. Mereka bersemangat menjauhi kekufuran, kemusyrikan, kemunafikan, kezhaliman, dan lain-lain larangan Islam.  Pada diri mereka terdapat ruh Islam.  Para sahabat yang mendapat tampuk kekuasaan pun sangat antusias menjalankan kekuasaan tersebut berasaskan ruh Islam.  Contohnya adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali yang mendapatkan kekuasaan kenegaraan.  Mereka bersemangat menjalankan kekuasaan negara berdasarkan ruh Islam sehingga mendapat gelar khulafaurrasyiddin (para khalifah yang bijaksana).

Ruh Islam ini akan menghentikan kapitalisme sebab menempatkan manusia pada tempat alami manusia.  Ruh Islam menyadarkan bahwa manusia memiliki hubungan dengan Sang Khalik, Allah SWT.  Mereka ada di dunia karena diciptakanNYA, dan nantinya akan mempertanggungjawabkan perbuatan selama di dunia.  Kesadaran ini menyebabkan mereka terikat dengan ajaran Islam, yang melepaskannya dari keterikatan pada kepentingan dan hawa nafsu. Proklamasinya pun bukan proklamasi azas manfaat dalam semua aspek kehidupan, namun proklamasi syahadatain dalam semua aspek kehidupan.  Dengan demikian ruh Islam menghentikan kapitalisme, sebagaimana juga menghentikan sosialisme dan komunisme.

 

2. Larangan Isyraf wa Tabdzir

            Dalam masalah harta, Islam memiliki konsep yang unik dan hebat.  Konsep tersebut sebagai berikut:

  1. Keyakinan bahwa semua harta yang ada di alam semesta ini milik Allah SWT dan rejeki berada di sisiNYA. Allah SWt berfirman dalam surat An Nur ayat 33 yang artinya ”Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakanNYA kepadamu”.
  2. Setiap manusia yang menginginkan apa saja dari harta memerlukan ijin dari Sang Pemilik dan Pemberi Rejeki, yaitu Allah SWT.
  3. Ijin Allah SWT terhadap pemilikan harta berupa aturan bagi individu, umum dan negara untuk secara sah memperoleh dan memiliki harta masing-masing.  Tidak diijinkan bagi  individu memperoleh dan memiliki harta umum atau harta negara, sedemikian rupa tidak diijinkan bagi umum memperoleh dan memiliki harta individu dan harta negara. Begitu juga negara tidak diijinkan memiliki harta milik individu dan harta umum.  Aturan memperoleh dan memiliki harta individu diberi istilah: Sebab-sebab Kepemilikan (Individu). Contohnya adalah bekerja, mendapatkan warisan, harta individu yang diperoleh dalam keadaan darurat, pemberian negara, atau harta individu yang diperoleh walaupun tanpa ada upaya dan modal.
  4. Selain mengatur bagaimana memperoleh dan memiliki suatu harta, Islam juga mengatur bagaimana memanfaatkan harta tersebut oleh individu, umum dan negara.  Sebagai contoh, individu harus memanfaatkan/membelanjakan harta individu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, dan apabila ada kelebihan dapat digunakan untuk hal lain seperti sedekah atau bisnis yang syar’i.  Contoh lain, pihak umum baik kaya atau miskin dapat memanfaatkan semua harta umum seperti jalan raya atau hasil tambang besar sesuai dengan kebutuhan dan tidak boleh menyebabkan adanya pihak lain menjadi terhalang dalam memanfaatkan harta umum tersebut.  Adapun contoh untuk negara adalah negara mendistribusikan harta zakat hanya kepada 8 (delapan) asnaf, atau negara mendistribusikan harta milik umum untuk kepentingan seluruh rakyat.
  5. Salah satu aturan Islam bagi individu dalam memanfaatkan harta adalah larangan isyraf wa tabdzir. Dalam Al Quran surat Al Furqon ayat 67, Allah SWT berfirman yang artinya: ”dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Dalam ayat ini terkandung makna bahwa terdapat 3 (tiga) perbuatan dalam membelanjakan harta bagi individu, yaitu: berlebih-lebihan, kikir dan pertengahan. Aturan ini harus dipahami dengan teliti, dengan penjelasan sebagai berikut:
  6. Tindakan menggunakan harta secara berlebih-lebihan (isyraf) yang diharamkan adalah apabila membelanjakan harta dalan perkara yang haram.  Seseorang yang membelanjakan hartanya, baik sedikit maupun banyak untuk perkara yang haram maka itu disebut dengan tindakan isyraf. Istilah lainnya adalah tabdzir.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 26 dan 27 yang artinya “Berikanlah kerabat dekat, orang miskin dan ibnu sabil hak mereka. dan jangan sekali-sekali bersikap tabdzir, sesungguhnya orang yang suka bersikap tabdzir adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar terhadap Tuhannya.

Dengan demikian, Islam telah melarang isyraf dan tabdzir, yaitu menggunakan harta untuk hal-hal yang diharamkan. Seribu rupiah saja jika digunakan untuk membeli khamar, narkoba, berjudi, menyuap, membiayai kemaksiatan, dibelanjakan untuk memiliki harta milik umum, privatisasi, nasionalisasi dan berbagai hal yang diharamkan, tindakan tersebut adalah tindakan isyraf dan tabdzir.   Hukumnya adalah haram.  Namun perbuatan  isyraf (berlebih-lebihan) dalam rangka untuk melaksanakan perintah Allah atau untuk mendekatkan diri pada-Nya, maka hal tersebut tidaklah dilarang.  Seperti dicontohkan Rasulullah saat menikahi Khadijah, beliau memberikan mahar berupa 20 unta.  Demikian pula kisah para Sahabat dalam ekspedisi Tabuk yang dipimpin oleh Rasulullah SAW, pada waktu itu Ustman menyerahkan 950 ekor unta, 50 kuda dan uang tunai 1000 dinar.

  1. Kikir adalah mencegah diri dalam membelanjakan harta untuk melaksanakan hal-hal yang diwajibkan agama. Tindakan tersebut hukumnya juga haram.  Contoh, kepala keluarga yang tidak menafkahi orang-orang yang berada dalam tanggungan nafkahnya, maka itu adalah kikir.  Demikian juga seseorang yang mampu di mana memiliki harta yang sudah wajib untuk dizakati baik berupa uang, ternak, hasil pertanian dan barang yang akan diperjualbelikan, namun tidak mau mengeluarkan zakatnya.  Maka orang seperti itu termasuk kikir, dan hukumnya adalah haram.
  2. Yang dimaksud membelanjakan harta yang pertengahan adalah membelanjakan harta sesuai dengan tuntunan hukum syara’, baik sedikit maupun banyak. Misalkan menjamu tamu dengan menyuguhkan makanan halal  berupa kambing, ayam atau unta. Mengeluarkan harta untuk biaya menunaikan ibadah haji sekali, dua kali, atau lebih, maupun untuk membiayai kegiatan dakwah dan syiar-syiar Islam. Itu semua merupakan hal yang sesuai dengan tuntunan hukum syara’ Islam sehingga hukumnya dibolehkan.

 

Konsep Islam berupa larangan israf wa tabdzir menyebabkan semua pihak, baik individu, umum dan negara, menggunakan harta dengan benar. Sehingga yang terjadi adalah penggunaan harta sesuai dengan ajaran Islam yang tidak kikir. Sebaliknya, tidak akan ada pihak yang menggunakan harta secara serakah seperti yang dilakukan oleh orang kapitalisme, orang sosialisme dan komunisme, sebab sudah dicegah melalui larangan israf wa tabdzir.

 

Penutup

Ajaran Islam lebih unggul dibandingkan kapitalisme dan keserakahannya.  Ajaran Islam yang dapat mengalahkan dan menghentikan kapitalisme dan keserakahan.  Ruh Islam, yaitu kesadaran hubungan dengan Allah SWT, akan mengalahkan dan menghentikan pengabaian terhadap ruh serta pembenaran terhadap azas manfaat dan hawa nafsu.  Larangan israf dan tabdzir akan mengalahkan dan menghentikan keserakahan kapitalisme.  Jelaslah bahwa ajaran Islam lebih unggul daripada kapitalisme dan keserakahannya.

Dalam semua aspek, ajaran Islam yang paling unggul dibandingkan kapitalisme, sosialisme, komunisme, nasionalisme, pratiotisme, sukuisme dan berbagai konsep kehidupan lain yang tidak sesuai dengan Islam.  Umat Islam harus memiliki semangat yang menyala-nyala untuk menghentikan dan mengalahkan kapitalisme, sosialisme, komunisme, nasionalisme, pratiotisme, sukuisme dan berbagai konsep kehidupan lain yang tidak sesuai dengan Islam.  Oleh karena itu, umat Islam harus memiliki ruh Islam yang dengan itu menyebabkan dirinya senantiasa bersemangat untuk memenangkan Islam. Wallahu’alam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: