STOP PEMBUANGAN BAYI !!!

Belakangan ini banyak diberitakan kasus pembuangan bayi. Sering terjadi bayi ditemukan dalam keadaan sudah meninggal, namun terkadang ditemukan juga bayi dalam keadaan masih hidup. Berdasar catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) sepanjang tahun 2012 telah terjadi 162 kasus pembuangan bayi di Indonesia. Jumlah 162 bayi tersebut terdiri dari 87 bayi berjenis kelamin laki-laki dan 75 bayi wanita. Bayi-bayi malang tersebut kebanyakan ditemukan di tempat-tempat yang tidak layak, misalnya sungai, tempat sampah, semak-semak dan lainnya. Perinciannya, 82 kasus di aliran sungai, 26 kasus di tempat sampah, 18 kasus di halaman rumah, 7 kasus di rumah sakit, 10 kasus di semak-semak, 2 kasus masing-masing di terminal dan pasar, 13 kasus di selokan dan 2 kasus di pemakaman,” ujar Samsul dalam laporan akhir tahun di Kantor Komnas PA, Jakarta Timur. Naasnya lagi, 129 dari jumlah bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sementara 33 bayi ditemukan dalam kondisi hidup. (Kompas.com, 21/12/2012).
Peristiwa pembuangan bayi ternyata tidak hanya terjadi di ibu kota atau kota-kota besar, tetapi juga di daerah Solo Raya, seperti: Klaten, Karanganyar, Solo, Boyolali, Sukoharjo, Sragen dan Wonogiri. Berdasar pemberitaan di harian Solopos satu bulan terakhir ini saja, paling tidak sudah ada dua kasus pembuangan bayi yang ditemukan dalam keadaan masih hidup dan tiga kasus pembuangan bayi yang ditemukan dalam keadaan sudah meninggal.
Seperti kejadian pembuangan bayi di samping rumah salah seorang warga di desa Guli Kecamatan Nogosari, Boyolali, yang kemudian diketahui pelaku pembuangan adalah nenek sang bayi untuk menutupi rasa malu karena anak perempuannya hamil di luar nikah. (Solopos, 13 Januari 2015). Adapun di Tasikmadu Karanganyar, pembuangan bayi dilakukan oleh seseorang yang menggunakan kendaraan lalu meletakannya di teras rumah penduduk warga Tasikmadu, Setelah ditelusuri dan diketahui pelakunya, pihak keluarga yang terlibat berencana menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun seharusnya rencana apapun jangan sampai menyebabkan hukum menjadi ‘tumpul’ karena kepentingan atau uang.
Kasus bayi yang ditemukan dalam keadaan sudah meninggal terjadi di salah satu RS wilayah Solo dan ada pula yang ditemukan di saluran irigasi daerah Boyolali. Pelacakan terhadap pelaku pembuangan bayi di RS wilayah Solo lebih mudah dilakukan. Aparat dengan mengandalkan rekaman CCTV dapat segera membekuk pelaku. Adapun di Boyolali lebih sulit sebab aparat harus menelusuri aliran irigasi. Kemudian di tempat-tempat yang diperkirakan menjadi tempat pembuangan bayi aparat menyelidikinya sebagai TKP dan mencari tersangkanya.
Mayat bayi juga ditemukan di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Jebres. Polisi menduga bahwa pembuangan dilakukan di kawasan Sukoharjo atau Wonogiri. Jadilah ‘koordinasi’ melibatkan tiga daerah; Wonogiri, Sukoharjo dan kota Solo. (Solopos, 19 Januari 2015)
Pembuangan bayi apalagi sampai menyebabkan si bayi meninggal merupakan tindakan jahiliyah. Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban sebab hal itu merupakan perbuatan dosa. Allah SWT berfirman dalam surat Al Mumtahanah ayat 12: “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Pengertian utama ayat ini adalah adanya bai’at tha’at selain bai’at in’iqad dalam sistem kepimpinan umum. Ayat ini juga menunjukkan adanya dosa-dosa yang tidak boleh dilakukan oleh manusia, termasuk di antaranya membunuh anak-anak.
Dengan demikian Islam telah memberikan solusi dan pencegahan terhadap pembunuhan anak-anak. Kalau diterapkan, tentunya kejadian pembunuhan anak dapat diantisipasi. Bagaimana solusi dan pencegahannya?

Stop Pergaulan Bebas
Salah kaprah mengenai pergaulan bebas memang sudah lama terjadi pada masyarakat. Banyak orang menganggap boleh melakukan pergaulan bebas tetapi bebas yang bertanggung jawab. Jika dicermati anggapan seperti ini justru dapat menjerumuskan seseorang untuk melakukan pergaulan bebas sesuai kehendaknya sendiri. Anda bisa memperhatikan realitas yang terjadi pada masyarakat. Faktanya pergaulan bebas antara laki-laki dan wanita mendekatkan seseorang pada perzinaan yang kemudian berakibat terjadinya kehamilan diluar nikah. Jika sudah seperti itu jalan menuju keburukan lainnya semakin terbuka lebar, seperti: melakukan tindakan pembuangan atau pembunuhan bayi. Kalau pun pergaulan bebas itu tidak menyebabkan terjadinya kehamilan diluar nikah, faktanya banyak menimbulkan berbagai macam penyakit yang membahayakan kehidupan masyarakat.
Untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti itu Islam telah menetapkan aturan mengenai pergaulan antara laki-laki dan wanita, seperti: menutup aurat, menundukkan pandangan, larangan berkhalwat, larangan untuk mendekati zina, dll. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An Nuur ayat 30-31: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. Demikian pula yang tercantum dalam QS. Al Israa’ ayat 32: ”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” Dengan menerapkan aturan pergaulan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT akan mencegah terjadinya pergaulan bebas dan perbuatan-perbuatan menyimpang lainnya.
Penting pula untuk diperhatikan bahwa seorang muslim harus meyakini bahwa melanggar aturan Allah SWT berarti melakukan perbuatan dosa yang kelak akan mendapat balasan berupa siksa api neraka. Karena itu Islam juga memerintahkan seseorang untuk senantiasa menjaga diri dan keluarganya dari siksa api neraka. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. At Tahrim ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Perlu disadari bahwa sangat diperlukan partisipasi masyarakat untuk mencegah pergaulan bebas. Dalam hal ini pihak sekolah sejak tingkat dasar sampai tingkat atas harus menekankan kepada pembentukan kepribadian Islam pada anak didik. Kurikulum tidak perlu berubah-ubah. Baik kurikulum pendidikkan nasional, departemen agama dan pondok pesantren haruslah merupakan kurikulum pembentukan kepribadian Islam pada anak didik. Keterpelajaran anak didik dalam kurikulum pendidikan untuk membentuk kepribadian Islam akan menjadi benteng tangguh dalam menghadapi bahaya pergaulan bebas, narkoba, kapitalisme, sekulerisme, sosialisme, komunisme, demokrasi, nasionalisme dan berbagai isme yang bisa menggerogoti keimanan dan ketakwaan anak didik.
Aparat keamanan dan peradilan juga tidak perlu ragu-ragu menerapkan hukum Islam. Jelas sekali bahwa hukum Islam adalah hukum terbaik sebab diturunkan oleh Allah SWT, Hakim Yang Maha Adil. Allah SWT berfirman dalam surat At Tiin ayat 8: “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” Demikian juga Allah SWT berfirman dalam surat Al Maidah ayat 50: “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” Pasti orang-orang yang mau berbuat melanggar hukum jadi ciut nyalinya dan mengurungkan niat jahatnya kalau anda semua istiqomah menegakkan hukum Islam.

Renungan
Mengapa di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam ini terjadi kebejatan pembunuhan dan pembuangan bayi? Jawabannya mudah sekali karena umat Islam ‘dipaksa’ menerima pergaulan bebas. Jadilah umat Islam terbelah. Di satu sisi, akidah dan hukum syara’ Islam pada individu-individu muslim menyatakan bahwa pergaulan bebas adalah buruk dan jahat. Di sisi lain, setiap hari, bahkan setiap detik mereka melihat, mendengar dan mengetahui ‘gemerlap’ pergaulan bebas. Bagi pihak-pihak yang akidah dan hukumnya terkalahkan oleh kesesatan pergaulan bebas, jadilah mereka itu melakukan perzinahan bahkan hingga terjadi kehamilan. Kehamilan karena pergaulan bebas dan anak yang dilahirkan adalah bukti nyata bahwa dirinya dan keluarganya mengabaikan akidah dan hukum Islam. Mereka pun ‘gelap mata’. ‘Bukti fisik’ kemudian dihilangkan dengan aborsi atau dengan membuang bayi setelah lahir.
Ada yang memberikan solusi berupa ‘pemutihan’ pergaulan bebas. Bentuknya adalah pergaulan bebas diperbolehkan dan bukan suatu hal yang terlarang. Ada juga yang menyatakan pergaulan bebas yang bertanggung jawab dalam arti sudah mendapatkan pendidikan seks di sekolah, tidak suka bergonta-ganti pacar, menggunakan kondom secara benar, dll Perlu disadari bahwa yang seperti itu bukan solusi yang benar.
Solusi yang benar adalah stop pergaulan bebas! Setiap orang harus meningkatkan keimanan dan ketakwaan sehingga tidak ada keinginan melanggar ajaran Islam. Adapun ketertarikan pada lawan jenis dapat dipenuhi dengan pembentukan keluarga sejahtera, sakinah mawadah wa rahmah. Pihak sekolah, baik negeri maupun swasta, mendukung dengan pendidikan berbasis kurikulum yang mendidik siswa supaya berkepribadian Islam. Aparat peradilan dan keamanan juga mendukung dan mengawal program “Stop Pergaulan Bebas!”. Pelaku pergaulan bebas dan pendukungnya diajukan ke pengadilan dan kalau terbukti sebagai bagian dari pergaulan bebas divonis sesuai dengan keterlibatannya berdasarkan ketetapan hukum Islam. Inilah yang menyebabkan pergaulan bebas, pembunuhan dan pembuangan bayi hilang dari muka bumi. Wallahu’alam bishshowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: