PENTINGNYA MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN

Ilaa hadraatinaa wa syafii’inaa wa habiibinaa wa maulaanaa, salaam ‘alaika
Manusia diciptakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perhatikanlah dengan seksama ‘konstruksi’ manusia dan seluruh alam semesta ini. Nanti akan kita temukan bahwa manusia membutuhkan ‘hubungan vertikal’ (hablun minnallah) selain ‘hubungan horizontal’ (hablun minnannaas).Disitulah kita sadari bahwa manusia harus mendekatkan diri kepadaNYA.
Seorang ‘psikolog’ mengibaratkan serupa magnit. Tidak bisa tidak, manusia pasti akan tertarik ke sana mendekatkan kepadaNYA. Tidak hanya orang yang menghadapi masalah (besar), yang sedang tidak punya masalah pun mendekat kepadaNYA. Demikian juga yang mendapatkan kebahagiaan atau ketidakbahagiaan, tertarik mendekat kepadaNYA.
Apalagi dengan adanya dalil yang menyatakan bahwa semakin manusia mendekat, Tuhan pun akan mendekat kepada si hamba. Jelas sekali itu menunjukan bahwa ‘konstruksi’ manusia memang didesain untuk mendekat kepadaNYA. “KalauseoranghambamendekatkepadaKusejengkal, maka Akumendekatinyasehasta; KalaudiamendekatiKusehasta, maka akumendekatinyasedepa; kalau diadatangkepadaKudenganberjalan, Akumendekatinyadenganberlari”.
Kalaupun ada perbedaan pendapat di tengah umat Islam, itu wajar-wajar saja. Sebagian ada yang berpendapat mendekatkan diri kepada Allah SWT itu tidak hanya dengan perbuatan ibadah saja, namun juga dengan perbuatan politik, ekonomi, hukum, militer, dll. Sebagian lain berpendapat mendekatkan diri dengan perbuatan ibadah yang dikhususkan untuk mendekatkan diri kepadaNYA. Termasuk juga ada yang berpendapat bahwa mendekatkan diri dengan hal-hal yang tidaksesuai dengan contoh dan tuntunan Nabi SAW bukanlah perbuatan ibadah untuk mendekatkan diri kepadaNYA, namun adalah perbuatan bid’ah yang dholalah dan masuk neraka.Wallahua’lam bishhowwab.
Memang ada sebagian manusia yang ‘lupa’ mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seharusnya, bagaimanapun keadaannya tidak boleh ‘lupa’ dan ‘terlena’ dari mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apa kalau sudah mendapatkan sesuatu yang diinginkan (pangkat, kedudukan atau harta, dll) berhak untuk tidak mendekatkan diri kepadaNYA? Sebaliknya kalau belum mendapatkan suatu yang diinginkan berhak untuk tidak mendekatkan diri kepadaNYA? Entah bagaimanapun keadaan, manusia harus mendekatkan diri kepadaNYA. Apalagi mendekatkan diri kepadaNYA adalah ‘konstruksi’ manusia, serupa magnit dan kebutuhan manusia. Jadi sangat disayangkan kalau ada yang ‘lupa’ dan ‘terlena’ dari mendekatkan diri kepadaNYA.
Lalu ada yang beralasan bahwa mendekatkan diri kepada Allah SWT itu susah. Alasannya Allah SWT itu Dzat yang Gaib. Wajar saja manusia lupa mendekat kepadaNYA.Itu alasan yang dibuat manusia yang ‘lupa’ dan ‘terlena’. Kenyataannya mendekat kepada Allah itu tidak sukar. Sebagaimana hadits di atas. Allah SWT tidak berprasangka buruk kepada manusia, bahkan berprasangka baik. Ketika manusia mendekat, Allah SWT mendekat kepada manusia lebih cepat lagi. Maha Suci Allah SWT.
Justru mendekat kepada selain Allah SWT yang susah. Orang zaman dahulu mendekat kepada thaghut patung berhala. Ternyata si patung berhala tidak bisa memberikan apa-apa sedikitpun. Orang zaman sekarang mendekat kepada thaghut kekufuran dan kemusyrikan. Tenyata mereka semakin susah hidupnya dan ‘dipaksa’ mengikuti kehidupan jahiliyah modern. Semakin mendekat semakin hancur si manusia. Mau mendekat kepada thaghut? Tanggung sendiri risikonya!!
Jadi kalau ada yang mengatakan mendekatkan diri kepada Allah SWT susah, itu tertolak dan salahsekali. Yang benar adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT itu mudahdan membahagiakan. Adapun mendekatkan diri kepada thaghut itu susah dari awal hingga akhir.
Alhamdulillah, Allah SWT selalu mengingatkan manusia untuk mendekatkan diri kepadaNYA. Harapannya manusia tidak ‘lupa’ dan ‘terlena’ dari mendekatkan diri kepadaNYA. Demikian juga, dengan diingatkan tersebut, manusia tidak berpaling dan mendekat kepada thagut. Sesibuk apapun, bagaimanapun keadaannya, di manapun berada, tetap hanya mendekatkan diri kepadaNYA.
Salah satunya adalah dengan perintah ibadah kurban. Diharapkan ibadah ini mendukung manusia untuk semakin mendekat kepadaNYA. Hakikat ibadah kurban adalah mendekatkan diri kepadaNYA.Tidaklah perbuatan (anak cucu) Adam dari berbagai perbuatanpada hari penyembelihan yang paling disukai Allah berupa mengucurkan darah (menyembelih hewan kurban). Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat kelak dengan tanduk, bulu dan kukunya”
Oleh karena itu bagi yang mampu, supaya tidak ragu-ragu untuk melakukan ibadah dengan menyembelih hewan kurban. Semoga dengan penyembelihan hewan kurban itu, menjadi lebih dekat kepada Allah SWT. Lalu kelak diberikan pahala senilai hewan kurbannya itu, termasuk senilai tanduknya, bulunya dan kukunya.
Ada baiknya dalam berkurban dan mendekatkan diri kepada Allah SWT kita juga memperhatikan kisah Qabil dan Habil. Sebagaimana kita ketahui Qabil berkurban dengan harta yang di bawah kemampuannya.Sedangkan Habil berkurban dengan harta sesuai dengan kemampuannya. Allah SWT menerima kurban dan pendekatan diri yang dilakukan Habil, namun tidak menerima yang dari Qabil. Jangan sampai kita seperti Qabil. Susah-susah berkurban, ternyata tidak diterima Allah SWT.
Dalam hal ini, untuk kasus di Indonesia, kalau ada yang mampu berkurban 1 ekor sapi untuk dirinya dan keluarganya, seharusnya berkurban 1 ekor sapi. Jangan berkurban 1/7 sapi atau berkurban kambing. Demikian juga yang mampu berkurban 1/7 sapi jangan berkurban seekor kambing. Dengan demikian, kasusnya Qabil tidak terulang kembali.
Adapun yang tidak mampu menyembelih hewan kurban tidak perlu berkecil hati. InsyaAllahtidak dimurkai Allah SWT. Yang tidak disukai Allah SWT adalah yang mampu menyembelih hewan kurban tetapi tidak mau menyembelih hewan kurban. Atau seperti Qabil itu.
Di sisi lain, masih banyak cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kalau tidak mampu menyembelih hewan kurban, dapat melakukan perbuatan lainnya yang memang diniatkan untuk mendekatkan diri kepadaNYA. Membaca tasbih, tahlil dan tahmid semoga dapat mendekatkan diri kepadaNYA, menasihati penguasa semoga dapat mendekatkan diri kepadaNYA, membantu orang lain semoga dapat mendekatkan diri kepadaNYA. Pendek kata melakukan perbuatan islamiy dapat digunakan untuk mendekatkan diri kepadaNYA.
Memang pemerintah dapat membantu masyarakat melakukan ibadah penyembelihan hewan kurban. Oleh karena itu alangkah baiknya kalau pemerintah juga mensukseskan ibadah ini sehingga masyarakat merasa lebih dekat kepada Allah SWT. Memang pemerintahan sekarang ini juga mendukung. Buktinya setiap instansi pemerintah pusat dan daerah membeli sapi hewan kurban yang cukup besar dan mahal. Lalu diserahkan kepada masjid setempat untuk disembelih saat hari raya idul adha.
Namun, alangkah baiknya kalau ada peningkatan dalam partisipasi pemerintah untuk mensukseskan hari raya kurban. Sebagai contoh, pimpinan pemerintah yaitu kepala negara atau kepala daerah dapat menginisiasi penyembelihan hewan kurban di tempat sholat ‘ied. Lalu pada saat menyembelih hewan kurban mengucapkan “Bismillahi wallahu akbar hadzaa ‘anniy wa ‘amman lam yudhahhi min ummatiy” (Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, ini dariku dan dari sebagian umatku yang tidak mampu berkurban). Ini sesuai dengan hadits yang dikeluarkan Abu Daud (dengan sanad yang cukup baik) dan Tirmidzi (dengan sanadyang gharib) dari sahabat Jabir r.a.: “Aku telah sholat ‘idul adha bersama Nabi SAW di tempat terbuka untuk sholat. Ketika selesai khutbah, Beliau turun dari mimbarnya, dan didatangkan seekor domba, maka Beliau menyembelihnya dengan tangannya dan berkata: “Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, ini dariku dan dari sebagian umatku yang tidak atau belum mampu berkurban”
Contoh lain, pemerintah dapat membagi-bagikan hewan kurban sehingga masyarakat yang belum berkurban dapat berkurban. Hal ini sesuai dengan hadits yang berasal dari sahabat Uqbah ibnu ‘Amir: “Bahwa Nabi SAW menyerahkan kepadanya sekumpulan ternak kambing untuk dibagi-bagikan kepada para sahabat sebagai hewan kurban. Maka tersisalah seekor anak kambing yang telah berumur satu tahun, lalu Uqbah menceritakan hal itu kepada Nabi SAW. Beliau bersabda: “Berkurbanlah kamu dengannya” (HR Khamsah).
Memang ini tidak mudah. Pemerintah harus terlebih dahulu menarik zakat ternak. Selain itu pemerintah harus memiliki lahan luas untuk menggembalakan ternak-ternak tersebut dan mempersiapkan pengurusnya serta berbagai administrasinya yang diperlukan. Kalau semua itu sudah siap, barulah pemerintah dapat membagi-bagikan hewan ternak kepada masyarakat saat hari raya kurban. Ibadah kurban pun terasa lebih semarak.
Walaupun demikian, kalau pemerintah mau berusaha pasti hal-hal yang tidak mudah itu dapat diatasi. Ada saja jalan keluar dan segala hal terasa mudah. Sebab itu berarti melakukan hal yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Demikian juga itu berarti menyebabkan masyarakat dekat kepada Allah SWT.Tentunya Allah SWT akan meridhoi. Tinggal pemerintahnya dan masyarakatnya mau atau tidak melaksanakan sunnah Rasulullah SAW ini.

Ikhtitam
Mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah suatu keniscayaan bagi umat manusia. Kalaupun ada yang ‘lupa’ dan ‘terlena’, Allah SWT sudah mengingatkan. Jadilah satu-satunya jalan bagi manusia adalah jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ibadah penyembelihan hewan kurban juga harus menyebabkan manusia dekat kepadaNYA.Yang mampu berkurban hendaklah mendekatkan diri kepadaNYA dan menyembelih hewan kurban sesuai dengan kemampuannya. Jangan sampai seperti Qabil dan jangan sampai seperti orang yang dilarang mendekati tempat shalat ‘ied.
Yang tidak mampu berkurban jangan berkecil hati. Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Masih banyak jalan untuk mendekat kepadaNYA.
Pemerintah dapat berpartisipasi dalam semaraknya hari raya kurban. Pemerintah dapat menginisiasi penyembelihan hewan kurban mewakili seluruh rakyat yang belum mampu berkurban. Pemerintah juga dapat membagikan ternak kurban kepada masyarakat yang belum berkurban. Dengan itu, pemerintah dan rakyat sedang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allahu Akbar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: